INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perkembangan industri arsitektur dan hunian di Indonesia kini tidak lagi sekadar mengejar estetika. Desain dan teknologi mulai diarahkan untuk menciptakan ruang hidup yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Di tengah perubahan ini, LIXIL hadir mengambil peran strategis dalam mendorong kolaborasi lintas sektor.
Perusahaan global yang bergerak di solusi air dan hunian tersebut aktif memperkuat ekosistem arsitektur nasional melalui berbagai inisiatif, mulai dari forum diskusi hingga kompetisi desain.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara menegaskan bahwa kemajuan industri sangat bergantung pada kolaborasi.
“Melalui semangat gotong royong, kami ingin menghadirkan ruang bagi para profesional untuk berkembang bersama sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” ujar Arfindi di Jakarta (15/4).
Salah satu langkah nyata LIXIL ditunjukkan melalui partisipasinya dalam ARCH:ID 2026. Dalam ajang arsitektur terbesar di Indonesia ini, LIXIL menghadirkan paviliun bertajuk “OASE: Architecture in the Water Cycle”.
Berbeda dari pameran pada umumnya, paviliun ini mengusung konsep keberlanjutan. Elemen seperti air dan tanaman tidak hanya menjadi instalasi sementara, tetapi dirancang untuk dapat digunakan kembali pada proyek lain. Konsep ini menjadi jawaban atas isu limbah dalam industri pameran.
Paviliun hasil kolaborasi dengan arsitek Adi Purnomo dari Mamostudio ini juga mengedepankan pendekatan berbasis riset. Pengunjung diajak memahami hubungan antara air, sanitasi, lingkungan, hingga sejarah perkembangannya di kawasan urban.
“Proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin dapat menciptakan solusi yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak nyata,” kata Adi.
Tak hanya itu, LIXIL juga menghadirkan berbagai program interaktif, seperti sesi “Step into the Oasis” pada 23 April 2026 dan diskusi Alun-alun Talks pada 24 April 2026 yang membahas pemanfaatan data lingkungan dalam desain arsitektur.
Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang LIXIL, yakni Environmental Vision 2050, yang menargetkan netral karbon, efisiensi air, serta peningkatan akses sanitasi global.
Melalui inovasi dan kolaborasi, LIXIL menegaskan bahwa masa depan arsitektur bukan hanya soal desain, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ruang hidup yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.