INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat transisi menuju kendaraan berbasis listrik di Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang selama ini membebani ekonomi dan lingkungan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk mempercepat transisi kendaraan berbasis listrik.
“Keinginan Bapak Presiden sangat jelas bahwa ke depan semua kendaraan harus berbasis listrik. Ini menjadi kebutuhan, terutama untuk menekan ketergantungan terhadap energi fosil. Jadi, tidak ada pilihan lain, kita harus beralih ke listrik,” kata Menperin Agus di Jakarta (9/4).
Sebagai langkah awal, pemerintah akan memprioritaskan pengembangan motor listrik (molis). Produsen dalam negeri didorong untuk segera meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang ke depan ditargetkan sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik.
Menariknya, pemerintah tidak akan menghentikan produksi motor berbasis konvensional. Sebaliknya, produksi tersebut akan diarahkan untuk pasar ekspor, terutama ke kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan yang masih memiliki permintaan tinggi terhadap kendaraan berbahan bakar fosil.
“Produksi motor konvensional tidak perlu dihentikan, tetapi akan diarahkan untuk ekspor. Sementara di dalam negeri, kita dorong penguatan kapasitas produksi motor listrik,” jelasnya.
Terkait insentif, pemerintah sebelumnya telah menggelontorkan subsidi sebesar Rp7 juta per unit pada 2024 untuk mendorong adopsi motor listrik. Namun, untuk tahun ini, kepastian apakah nilai insentif akan meningkat atau tetap masih belum diputuskan.
“Masih dibicarakan dengan Kementerian Keuangan,” kata Menperin
Dengan arah kebijakan yang semakin tegas menuju elektrifikasi, pelaku industri dan masyarakat kini menanti keputusan final pemerintah terkait insentif yang dinilai menjadi kunci percepatan adopsi motor listrik di Tanah Air.