INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, kembali menegaskan agresivitasnya di pasar kendaraan komersial nasional melalui partisipasi pada GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 di JIExpo Kemayoran. Mengusung tema “Zero Down Time”, emiten otomotif ini menajamkan fokus pada efisiensi operasional dan penguatan layanan purna jual untuk menjaga laju distribusi logistik di tengah meningkatnya kebutuhan bisnis.

Langkah ini mempertegas strategi Mitsubishi Fuso dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga selama lebih dari lima dekade, dengan menitikberatkan pada minimisasi waktu henti armada yang dinilai menjadi faktor krusial bagi pelaku usaha logistik, distribusi, hingga cold chain.

Di ajang GIICOMVEC 2026, Mitsubishi Fuso memamerkan lima unit unggulan yang menyasar berbagai segmen strategis industri. Untuk kebutuhan logistik berpendingin, perusahaan menampilkan Canter FE 74 dan Canter FE 74 Long dengan karoseri box pendingin yang dirancang menopang distribusi rantai dingin. Sementara itu, Fighter X FN61 FSL ditawarkan untuk kebutuhan transportasi kelas menengah dengan kapasitas angkut berat dan operasional intensif.

Pada segmen distribusi kargo berat, Mitsubishi Fuso membawa Fighter X FM65F TH 4x2, unit tractor head terbaru yang diklaim memiliki efisiensi bahan bakar optimal. Produk yang dirilis pada September 2025 tersebut disebut mendapat respons positif dari pasar. Perseroan juga menampilkan Mobile Workshop Service berbasis Canter FE 71, yang menjadi simbol utama strategi Zero Down Time melalui layanan servis langsung di lokasi konsumen.

Tidak hanya menonjolkan lini kendaraan, KTB juga memperkuat diferensiasi pada aspek digitalisasi layanan. Melalui Runner Telematics yang kini telah digunakan lebih dari 84.000 pengguna dengan total 130.000 kendaraan, perusahaan menghadirkan sistem pemantauan armada berbasis real-time.

Fitur Geofence yang terintegrasi memungkinkan pemilik armada memonitor durasi servis di dealer melalui sistem clock in–clock out, sekaligus memantau aktivitas operasional seperti waktu bongkar muat, titik keluar masuk area operasional, hingga estimasi waktu tiba di lokasi tujuan. Strategi ini dinilai sejalan dengan tuntutan efisiensi biaya logistik dan transparansi operasional yang semakin tinggi.

Selain itu, integrasi digital diperluas lewat aplikasi MyFuso yang memudahkan konsumen dalam mengelola riwayat servis serta pemesanan suku cadang. Pada area purna jual, Mitsubishi Fuso juga menampilkan suku cadang Genuine dan Suku Cadang Tiga Berlian (SCTB) yang ditawarkan sebagai opsi lebih efisien dari sisi harga tanpa mengorbankan standar kualitas.

Presiden Direktur PT KTB Daisuke Okamoto menegaskan bahwa partisipasi dalam GIICOMVEC 2026 bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi bagian dari strategi korporasi untuk menjaga loyalitas pelanggan dan memperkuat ekosistem logistik nasional.

“Kehadiran kami di GIICOMVEC 2026 merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan konsumen yang telah menjadikan Mitsubishi Fuso pemimpin pasar selama 55 tahun. Melalui strategi ‘Zero Down Time’, kami menegaskan bahwa tanggung jawab kami tidak berhenti saat unit diserahkan, melainkan baru dimulai untuk memastikan armada konsumen terus bergerak tanpa hambatan,” ujar Daisuke Okamoto.

“Dengan mengintegrasikan ketangguhan Canter dan Fighter X bersama ekosistem layanan purna jual yang terintegrasi dengan inovasi digital, kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi logistik demi mendukung kemajuan ekonomi Indonesia.” tambahnya. 

Selama pameran berlangsung pada 8–11 April 2026, Mitsubishi Fuso juga menawarkan sejumlah promo penjualan eksklusif serta diskusi panel mengenai solusi logistik masa depan di booth Hall B No. 3.

Secara korporasi, strategi ini memperlihatkan upaya KTB untuk tidak hanya bersaing di level penjualan unit, tetapi juga memperdalam monetisasi dari layanan purna jual dan solusi digital armada—segmen yang semakin menjadi penopang pertumbuhan industri kendaraan niaga di tengah ekspansi sektor logistik nasional.