INDUSTRY.co.id - Jakarta, Tren gaya hidup sehat kian populer di kalangan pekerja urban, mulai dari diet viral hingga workout challenge. Namun, di balik tren ini, risiko kesehatan justru meningkat akibat fenomena infodemic—penyebaran informasi berlebih, termasuk yang tidak akurat. Kondisi ini membuat banyak pekerja dengan mobilitas tinggi terjebak pada solusi instan yang tidak berkelanjutan.
Dalam momentum World Health Day bertema “Together for Health, Stand with Science”, Allianz Indonesia menghadirkan inisiatif wellbeing berbasis sains untuk mendorong pola hidup sehat yang lebih realistis.
“Di tengah rutinitas kerja yang padat, kesehatan sering jadi prioritas terakhir atau baru dipikirkan ketika ada tren. Kami ingin menggeser cara pandang itu, bahwa hidup sehat bukan sesuatu yang menunggu waktu luang, tapi harus dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Ini bukan soal tren sementara, tapi investasi jangka panjang,” ujar Nina Hatumena, Chief People & Culture Allianz Life Indonesia.
Melanie Putria, Public Figure, Runner, dan Wellness Enthusiast, menyoroti kesalahpahaman terkait aktivitas fisik. “Banyak orang merasa sudah cukup aktif karena aktivitas harian seperti beres-beres rumah atau berjalan saat menggunakan transportasi umum. Padahal itu termasuk Non-Exercise Physical Activity (NEPA), yaitu aktivitas fisik non-olahraga.”
Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut belum menggantikan olahraga terstruktur, serta menekankan empat pilar utama: olahraga, nutrisi, istirahat & recovery, dan manajemen stres.
Sementara itu, Rinta Agustiani Dwiputra, Nutritionist & Health Expert Itsbuah, menyoroti pentingnya literasi kesehatan. “Banyak orang ingin hidup sehat, tapi terjebak pada tren atau solusi instan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Akibatnya, hasilnya tidak bertahan lama, bahkan bisa berdampak sebaliknya.”
Ia juga mengingatkan risiko efek yoyo akibat diet ekstrem yang tidak tepat.
Melalui sesi “Trend vs Truth”, peserta diajak memahami berbagai tren diet seperti very low-calorie diet, keto diet, intermittent fasting, dan juice fasting—beserta manfaat dan risikonya jika tidak dilakukan dengan tepat.
Rinta menekankan bahwa pendekatan sederhana yang konsisten lebih efektif, seperti pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur berkualitas, micro-break setiap 90 menit, dan power nap singkat.
Selain itu, pendekatan berbasis sains juga mencakup pencegahan melalui imunisasi. Data World Health Organization menunjukkan bahwa 154 juta nyawa telah terselamatkan melalui imunisasi dalam 50 tahun terakhir.
Kesimpulannya, di tengah derasnya tren kesehatan, gaya hidup sehat seharusnya dibangun secara konsisten, realistis, dan berbasis bukti ilmiah.