INDUSTRY.co.id - Jakarta, Bank Mandiri mencatat hasil positif dari penyelenggaraan uRBan Iftar Fair 2026 di Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada 7–15 Maret 2026 di Livin’ Land Mandiri, Jembatan Merah ini melibatkan 80 pelaku UMKM binaan Rumah BUMN (RB) dan berhasil menarik lebih dari 3.000 pengunjung.

Event ini menunjukkan performa transaksi yang kuat, ditandai dengan tingginya penjualan selama acara. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak lanjutan berupa peningkatan jejaring bisnis, peluang pesanan baru, serta eksposur pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha.

Melalui inisiatif ini, bank berkode emiten BMRI tersebut mempertegas perannya dalam mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM melalui sinergi terintegrasi antara Rumah BUMN, sektor perbankan, komunitas, akademisi, dan pemerintah daerah.

Berbeda dari bazar konvensional, uRBan Iftar Fair menerapkan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir dengan pendampingan komprehensif. Sebelum mengikuti kegiatan, para pelaku UMKM dibekali kurikulum manajemen bisnis yang disusun oleh Universitas Kristen Petra bersama Rumah BUMN Surabaya, serta literasi keuangan dari Bank Mandiri. 

Dukungan pemasaran digital diberikan oleh Telkomsel melalui layanan iklan terintegrasi, sementara Pelindo turut memperkuat sinergi inklusi ekonomi untuk membuka peluang pasar baru di sektor FnB, craft, dan fashion.

Seluruh transaksi selama acara difasilitasi melalui QRIS Bank Mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap inklusi keuangan dan penguatan ekosistem pembayaran nasional yang aman, luas, dan efisien.

Vice President Bank Mandiri Theresia Pratiwi Hastari menyampaikan bahwa capaian uRBan Iftar Fair 2026 mencerminkan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi kerakyatan. 

Melalui program ini, Bank Mandiri tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha serta menghadirkan sistem transaksi terintegrasi bagi pelaku UMKM.

“Inisiatif ini juga mempertegas peran kami sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mempercepat perputaran ekonomi lokal, serta mendukung penciptaan peluang usaha yang lebih luas,” ujar Theresia dalam keterangan resminya, Senin (23/3).

Selain bazar, kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai program pengembangan kapasitas. Di antaranya Workshop AI Tools dan Cyber Security yang bertujuan membantu pelaku UMKM memanfaatkan kecerdasan buatan untuk efisiensi bisnis sekaligus meningkatkan kesadaran akan perlindungan data digital. 

Terdapat pula cooking class dan demo masak untuk meningkatkan kapasitas produksi kuliner, serta workshop “Building a Matcha Brand” pada 14 Maret 2026 yang memberikan wawasan praktis terkait branding dan strategi pemasaran berbasis tren.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan penghargaan Best Tenant kepada tiga pemenang per batch atas kinerja penjualan, inovasi produk, daya tarik usaha, serta kemampuan membangun interaksi dengan konsumen.

CEO Rumah BUMN Jawa Timur 1 Selma Lady Diana menegaskan bahwa dampak kegiatan ini tidak hanya terlihat dari penjualan selama acara, tetapi juga dari peningkatan kapasitas usaha dan keberlanjutan bisnis UMKM. 

Ia menyebutkan bahwa tindak lanjut akan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami melihat pelaku UMKM memperoleh manfaat nyata, mulai dari peningkatan penjualan hingga terbukanya peluang kerja sama baru, sehingga pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki kesiapan usaha yang semakin baik,” jelasnya.

Keberhasilan uRBan Iftar Fair 2026 semakin mempertegas komitmen Bank Mandiri dalam menciptakan dampak berkelanjutan melalui penguatan ekosistem UMKM. 

Melalui kolaborasi lintas sektor, Bank Mandiri terus mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kontribusi UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.