INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan secara berkelanjutan.

Advertisement

Penandatanganan MoU dilakukan di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan budaya merupakan sumber inspirasi utama bagi berbagai produk industri kreatif seperti film, musik, fashion, kriya, kuliner, hingga konten digital.

Advertisement

“Kekayaan budaya yang luar biasa menjadi sumber inspirasi utama banyak produk kreatif seperti film, musik, fashion, kriya, kuliner, hingga konten digital. Kementerian Ekraf menjadikan budaya salah satu fondasi penting lahirnya karya-karya kreatif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki identitas Indonesia yang kuat,” ujar Teuku Riefky.

Ia berharap sinergi ini memperkuat ekosistem yang menghubungkan budaya sebagai sumber inspirasi dengan industri kreatif sebagai penggerak ekonomi, sehingga budaya Indonesia tetap lestari sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Advertisement

Ruang lingkup kerja sama meliputi sinkronisasi kebijakan dan program, diplomasi budaya dan ekonomi kreatif, pelindungan serta fasilitasi kekayaan intelektual, kajian bersama, peningkatan kapasitas SDM, hingga pertukaran data dan informasi.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut MoU ini menjadi payung untuk memperkuat kolaborasi pemajuan kebudayaan yang sangat beragam di Indonesia.

Advertisement

“Di UNESCO baru dienkripsi ada sekitar 16 kebudayaan, mulai dari intangible cultural heritage seperti wayang, keris, angklung, pinisi, gamelan, pencak silat, tari Bali, tari Aceh, pantun, jamu, Reog Ponorogo, kolintang, kebaya dan tahun ini kita memajukan dua yang akan diumumkan di akhir tahun yaitu tempe sebagai ekspresi budaya dan satu lagi adalah Makyong. Untuk itu, kami juga melihat aset-aset budaya ini nanti diturunkan di IP,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.