INDUSTRY.co.id - Jakarta – Memasuki bulan suci Ramadan, fenomena berburu takjil kini bukan lagi sekadar rutinitas mencari pengganjal perut sebelum makan besar. Secara etimologis, kata ‘takjil’ berakar dari kata ‘ajila’ yang dalam bahasa Arab berarti menyegerakan untuk berbuka puasa.
Namun, di Indonesia, istilah ini telah mengalami pergeseran makna menjadi panganan dan minuman untuk berbuka puasa, bahkan kini menjelma menjadi tradisi budaya yang kental di tengah masyarakat. Riset terbaru dari Populix mengungkapkan bahwa aktivitas berburu takjil telah berakulturasi menjadi tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari bulan Ramadan.
Susan Adi Putra, Research Director Populix, menjelaskan bahwa saat ini fenomena tersebut merupakan aktivitas ngabuburit paling populer di kalangan Gen Z dan milenial, melampaui kegiatan lain seperti bermain media sosial atau memasak di rumah.
“Tak hanya itu, 41% anak muda menganggap kegiatan berburu takjil bukan sekadar self-reward setelah seharian berpuasa, melainkan menjadi sebuah tradisi khas bulan Ramadan yang tidak tergantikan,” jelas Putra.
Antusiasme ini terlihat dari tingginya frekuensi pembelian, di mana lebih dari setengah responden mengaku membeli takjil hampir setiap hari selama bulan puasa. Hanya sebagian kecil, sekitar 5%, yang mengaku jarang atau tidak pernah membeli takjil sama sekali.
Dalam hal preferensi menu, minuman manis seperti es teh, es buah, dan es campur tetap menduduki posisi puncak sebagai pilihan utama Gen Z. Sementara itu, kelompok milenial dan perempuan menunjukkan kecenderungan lebih menyukai kue tradisional, yang diikuti oleh favorit umum lainnya seperti gorengan, kurma, hingga hidangan penutup kekinian.
Meskipun interaksi langsung dengan pedagang kaki lima masih mendominasi pasar, platform digital mulai mengambil peran signifikan dalam ekosistem ekonomi Ramadan ini. Putra menambahkan bahwa sekitar sepertiga responden, terutama dari kalangan perempuan, kini memanfaatkan aplikasi pesan makanan online maupun media sosial untuk mendapatkan takjil favorit mereka. Hal ini membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk meraup omzet lebih tinggi melalui kanal penjualan daring.
Survei bertajuk “Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial” ini dilakukan pada pertengahan Februari lalu melalui platform PopSurvey terhadap 1.000 responden. Dengan mayoritas responden berasal dari kelas ekonomi menengah ke atas, data ini mempertegas bahwa berburu takjil telah menjadi gaya hidup yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam merayakan euforia bulan suci di tanah air.