INDUSTRY.co.id-Bekasi, Jawa Barat – Momentum Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada 2026 dimanfaatkan PT ESRA WISATA untuk memperkuat posisi nasionalnya dalam industri perjalanan ibadah. Perusahaan menargetkan pemberangkatan jamaah dalam skala ribuan per bulan dengan penguatan legalitas, sistem manajemen terpadu, serta pengembangan ekosistem Sahabat Esra (agen) nasional.

Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jamaah umrah terbesar di dunia. Pada 2026, jumlah jamaah Indonesia diperkirakan mencapai 2,6 juta orang. Dengan populasi Muslim sekitar 245 juta jiwa, angka tersebut menunjukkan bahwa kurang dari 1% umat Muslim Indonesia yang berkesempatan melaksanakan umrah setiap tahun.

Direktur ESRA WISATA, Abdullah Yusuf, mengatakan target pertumbuhan jamaah dilakukan secara bertahap dan berbasis sistem.

“Kami membangun pertumbuhan berbasis kepatuhan regulasi, manajemen terintegrasi, kemitraan strategis, dan penguatan jaringan nasional. Target ribuan jamaah per bulan merupakan bagian dari penguatan ekosistem layanan ibadah yang profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

ESRA WISATA tercatat sebagai Penyelenggara resmi Biro Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta memiliki izin resmi Penyelenggara Program Haji Khusus dari pemerintah.

Untuk mendukung ekspansi nasional, perusahaan mengandalkan kemitraan dengan hotel dan penginapan di Arab Saudi serta kerja sama maskapai penerbangan internasional. Selain itu, sistem manajemen operasional terpadu diterapkan guna memastikan transparansi, pengawasan, dan kepatuhan regulasi.

Saat ini ESRA WISATA menetapkan empat titik keberangkatan nasional, yakni Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Hasanuddin (Makassar), Juanda (Surabaya), dan Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).

Perusahaan merencanakan ekspansi ke bandara-bandara lain, yang insya Allah akan direalisasikan seiring pertumbuhan jamaah dan kesiapan operasional nasional.

Dalam strategi jangka panjang, perusahaan juga membangun ekosistem Sahabat ESRA (agen) nasional melalui program kemitraan terstruktur berbasis sistem digital. Jaringan agen ini berperan dalam edukasi jamaah, distribusi informasi resmi, serta perluasan akses layanan hingga ke berbagai daerah, dengan standar operasional yang terintegrasi secara nasional.

Dalam rangka memperingati HUT RI 2026, ESRA WISATA juga menggelar program Umrah dan Tabligh Akbar pada bulan Agustus 2026 bersama Ustadz Prof. Dr. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., (UAS). Program ini tidak hanya dirancang sebagai perjalanan ibadah, tetapi sebagai momen pembinaan rohani yang lebih mendalam bagi para jamaah.

Melalui Umrah dan Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad dalam rangkaian manasik, tausiyah, dan pembinaan di Tanah Suci, jamaah diharapkan tidak sekadar berangkat dan pulang, tetapi membawa perubahan spiritual dalam kehidupan pribadi dan keluarga. Momentum kemerdekaan dimaknai sebagai refleksi diri, memperkuat iman, serta memohon keberkahan bagi Indonesia agar menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun, negeri yang baik dan diberkahi.

Manajemen menyebut kolaborasi ini sebagai ikhtiar menghadirkan ibadah yang lebih terarah dan bermakna, dengan tetap menjaga standar pelayanan, legalitas, dan sistem operasional yang profesional. Patut menjadi perhatian, umat Muslim yang akan berangkat ibadah umrah wajib berhati-hati dalam memilih biro penyelenggara. Calon jamaah diminta mencermati secara seksama dan detail legalitas serta kredibilitas travel sebelum mendaftar.

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengawasan Umrah di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, Andi Muhammad Taufik, mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran yang tidak masuk akal. “Jamaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jamaah dari kerugian,” ujar Andi Taufik di Jakarta pada Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, langkah pertama yang dapat dilakukan masyarakat untuk menilai reputasi dan legalitas biro penyelenggara ibadah umrah adalah dengan mengecek Nomor Izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). “Jamaah dapat mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku. Travel yang tidak terdaftar dinyatakan ilegal,” jelasnya. Sejalan dengan imbauan tersebut, ESRA WISATA menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan regulasi dan transparansi layanan.

Bagi ESRA WISATA, umrah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan pembinaan spiritual berkelanjutan. Karena itu, perusahaan menghadirkan program pendampingan pasca-umrah agar cahaya ibadah tidak berhenti saat jamaah kembali ke tanah air. Melalui kajian rutin dan pendampingan berkelanjutan setelah kepulangan dari Tanah Suci, jamaah diajak menjaga semangat spiritual yang telah tumbuh di Mekkah dan Madinah. Harapannya, umrah tidak hanya menjadi kenangan, tetapi menjadi titik balik yang memperbaiki diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Dengan penguatan legalitas, sistem manajemen terpadu, serta Sahabat Esra (agen) nasional berbasis digital, ESRA WISATA menegaskan komitmennya menjadi bagian dari transformasi industri umrah Indonesia yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.