INDUSTRY.co.id - Jakarta-Inflasi pada Juni 2017 hanya menyentuh angka 0,69 persen secara bulanan (month to month/mtm). Inflasi terkontrol hingga mencapai titik terendah selama tiga tahun terakhir.

Bersamaan dengan itu, beredar pula kabar banyaknya kios ritel yang tutup lantaran performa penjualan mereka turun drastis. Tak heran jika kemudian berhembuslah isu bahwa ekonomi Indonesia melemah yang ditandai menurunnya daya beli masyarakat.

Di tengah santernya kabar daya beli masyarakat yang turun, Rumah123.com justru mencatatkan adanya peningkatan transaksi properti.

"Berdasarkan data Rumah123, tercatat adanya peningkatan performa di sektor properti. Hasilnya, secara makro, jumlah search, new listing, dan sold masih tumbuh," ungkap Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung dalam acara Overview Property Report Semester I-2017 di Jakarta (24/8/2017).

Ia menambahkan, data peningkatan ini tercatat mulai dari pencarian, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga penjualan. "Tren pencarian pada Semester I-2017 ini tercatat naik sebesar 64,95 persen dibanding Semester II-2016 lalu.
Sementara pertumbuhan Year-on-Year, juga masih cukup menggembirakan," terangnya.

Rumah123 mencatatkan pertumbuhan YoY mencapai 48,30 persen. Data dari situs yang juga merupakan anak usaha REA Group Australia ini memperlihatkan pencarian di Bintaro, Kelapa Gading, dan BSD menjadikan tiga area ini sebagai kawasan favorit. Sementara untuk kawasan non-Jabodetabek, Antapani Bandung, Citraland Surabaya, dan Dago masih unggul.

Tak hanya pencarian, pengajuan KPR juga terlihat meningkat dengan tren yang juga menarik. Pengaju KPR didominasi usia 30-39 tahun. Sekitar 46,86 persen pengaju KPR berada di rentang usia tersebut, dengan 16,47 persen di antaranya adalah mereka yang berpenghasilan Rp5-9 juta per bulannya.

"Dengan rata-rata penghasilan tersebut, plafon kredit yang paling banyak disasar maksimal sebesar Rp250 juta. Posisi berikutnya masih ditempati nasabah di rentang usia yang sama, namun memiliki penghasilan antara Rp10-19 juta," imbuh Untung.

Selain pengajuan KPR, lanjut Untung, identifikasi adanya peningkatan transaksi properti juga terlihat dari sold listing. Rata-rata pertumbuhan sold listing per bulan, untuk properti sewa dan jual, sejak H-II/2016 hingga H-I/2017 sebesar 7,4 persen. Khusus untuk properti jual, rata-rata pertumbuhan per bulan di periode yang sama adalah sekitar 6,6 persen.

"Dari pertumbuhan di atas, rumah tapak masih menjadi pilihan utama, Setidaknya 82,01 persen dari sold listing adalah rumah tapak. Apartemen menempati posisi kedua dengan persentase sebesar 7,4. Sisanya ditempati ruko, tanah, dan komersil lainnya," sebut Untung.

Sementara itu, sold listing di Tangerang mencapai 82,82 persen, dan di Jakarta Selatan adalah sebanyak 18,18 persen. "Demand ini ternyata masih mampu diimbangi supply, yakni ada 77,49 persen listing di area Tangerang, dan 22,51 persen di kawasan Jakarta Selatan," pungkasnya.