INDUSTRY.co.id - Bekasi – Kota Bekasi kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu episentrum pasar properti di kawasan timur Jakarta. Didukung pembangunan infrastruktur masif dan meningkatnya kebutuhan hunian berkualitas, pasar rumah tapak di wilayah ini diproyeksikan tetap bergairah sepanjang 2026.
Data Leads Property memperkirakan pasokan kumulatif rumah tapak di Jabodetabek pada 2026 akan bertambah dengan tingkat permintaan mencapai 11.000–12.000 unit. Angka ini mencerminkan minat konsumen yang tetap kuat, terutama dari segmen end-user atau pembeli untuk dihuni sendiri.
Menangkap momentum tersebut, Sinar Mas Land menghadirkan klaster residensial terbaru, NuOne, di Arcova District, Grand Wisata Bekasi.
Kawasan Arcova District dikembangkan dengan konsep terpadu yang memadukan fungsi residensial, komersial, lifestyle, serta ruang terbuka hijau dan danau yang dikelilingi area F&B sebagai pusat aktivitas kawasan.
Mengusung filosofi sebagai gateway district, Arcova District dirancang bukan sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendorong penghuninya untuk tumbuh dan berkembang bersama.
CEO Residential Sinar Mas Land, Prasetijo Tanumihardja, mengatakan bahwa Arcova District dirancang dengan tata ruang efisien dan fungsional untuk menghadirkan hunian yang nyaman, fleksibel, serta bernilai jangka panjang.
“Pada tahap pertama, kami menghadirkan Klaster NuOne sebanyak 327 unit dengan harga mulai Rp899 juta, luas tanah 50 meter persegi dan luas bangunan 48 meter persegi. Di tengah tren kenaikan harga rumah tapak, segmen ini menempati posisi strategis yang semakin terbatas, sekaligus membuka peluang kepemilikan hunian berkualitas bagi keluarga muda dan end-user,” ujarnya.
Ia menambahkan, perencanaan kawasan jangka panjang, pembangunan infrastruktur sejak tahap awal, serta desain produk yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan diyakini akan membuat Arcova District mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Setiap unit di Klaster NuOne dirancang sebagai rumah dua lantai dengan satu kamar tidur utama dan satu kamar tidur anak, serta carport di luar bangunan. Tata ruangnya didukung bukaan jendela optimal untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara, sehingga menciptakan hunian yang nyaman dan fungsional.
Penghuni juga dapat menikmati berbagai fasilitas kawasan seperti resident pavilion, modern urban hub center, sport plaza, hingga jogging track yang mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
Grand Wisata Bekasi sendiri telah berkembang menjadi township seluas 1.100 hektare sejak berdiri pada 2005. Hingga 2026, kawasan ini memiliki 41 klaster perumahan dengan sekitar 6.500 unit rumah.
Fasilitas penunjang di dalamnya terbilang lengkap, mulai dari Mal Living World, Artotel Hotel, Sport Club, Go Wet! Waterpark, Pasar Modern, hingga berbagai area komersial. Dalam waktu dekat, juga akan dibuka The Quantis Club sebagai sport club mewah berstandar tinggi.
Untuk pendidikan dan kesehatan, tersedia sejumlah institusi unggulan seperti Sekolah Al-Azhar, IPEKA, dan Notre Dame, serta rumah sakit Mitra Keluarga, Hermina, dan Eka Hospital.
Dari sisi aksesibilitas, Klaster NuOne berada di sisi Gerbang Barat Grand Wisata Bekasi, dekat Tol JORR 2 melalui Gerbang Tol Setu Utara serta Tol Jakarta-Cikampek melalui Gerbang Tol Tambun.
Kawasan ini juga dilintasi berbagai proyek infrastruktur strategis nasional seperti Tol Becakayu, Kereta Cepat Jakarta–Bandung, LRT Jabodebek, hingga rencana jalur MRT Cikarang–Balaraja. Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai akan meningkatkan konektivitas Bekasi dengan Jakarta dan sekitarnya, sekaligus mendorong kenaikan nilai investasi properti di kawasan timur Jakarta.
Dengan harga mulai Rp899 juta untuk rumah dua lantai di township mapan dan terintegrasi, NuOne di Arcova District Grand Wisata Bekasi menjadi salah satu pilihan menarik bagi keluarga muda dan end-user yang ingin memiliki hunian strategis dengan potensi pertumbuhan nilai jangka panjang.