INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah ketatnya persaingan industri modest fashion Indonesia, brand Lina Sukijo (LS) memilih jalur berbeda untuk memperkuat bisnisnya.
Alih-alih mengandalkan penjualan langsung atau ekspansi agresif ke ritel modern, LS justru memaksimalkan peran jaringan reseller sebagai tulang punggung distribusi selama tujuh tahun terakhir.
Strategi ini terbukti konsisten. Hingga 2026, jumlah reseller Lina Sukijo telah menembus lebih dari 100 mitra yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Model distribusi berbasis komunitas ini dinilai mampu menjaga kedekatan brand dengan pasar sekaligus memperkuat loyalitas mitra.
“Sejak awal kami memang tumbuh bersama reseller. Saya tidak melihat mereka sekadar penjual, tetapi bagian dari perusahaan. Mereka adalah ujung tombak,” ujar Lina Sukijo, Founder brand Lina Sukijo.
Konsistensi membangun jaringan distribusi berjalan beriringan dengan penguatan identitas desain. Dalam ajang Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2026, Lina Sukijo memperkenalkan koleksi terbarunya bertajuk Gema Rayya. Koleksi ini merepresentasikan sosok perempuan yang menemukan kekuatan dalam kelembutan—sebuah narasi yang diterjemahkan lewat visual lembut namun tetap memancarkan pesona kuat.
Inspirasi Gema Rayya menangkap momen peralihan cahaya, seperti embun pagi yang memantulkan sinar matahari pertama.
Nuansa tersebut diterjemahkan ke dalam palet warna soft yang harmonis: pink merona halus, butter yellow yang hangat, sage yang membumi, serta lilac bernuansa puitis. Kombinasi warna ini menghadirkan kesan menenangkan sekaligus elegan—ciri khas modest fashion Lina Sukijo.
Dari sisi material, koleksi Gema Rayya mengandalkan jacquard untuk menghadirkan tekstur berkelas dan dimensi kemewahan yang kokoh. Organdy sutera dan tulle menciptakan efek transparansi yang ethereal, sementara sequin dan detail kristal memberi kilau subtil di setiap gerak.
Sebagai brand fashion muslim yang dikenal dengan gaya elegan dan glamor, Lina Sukijo konsisten menghadirkan sentuhan mewah lewat taburan kristal Swarovski pada setiap busana. Detail ini menjadi identitas kuat yang memperkuat positioning LS di segmen modest fashion premium.
Total terdapat 13 looks yang ditampilkan dalam koleksi Gema Rayya, terdiri dari 10 tampilan model dan 3 tampilan muse spesial: Adelia Pasha, Arumi Bachsin, dan Maya Erina. Siluet A-line dan X-line mendominasi, menghadirkan keseimbangan antara karakter modest yang anggun dengan struktur busana yang tegas. Eksplorasi dress dan outerwear memperkaya pilihan tampilan, tanpa meninggalkan DNA elegan Lina Sukijo.
Dengan strategi distribusi berbasis reseller yang konsisten serta koleksi yang terus diperkuat secara artistik, Lina Sukijo menunjukkan langkah berkelanjutan dalam memperkokoh posisi brand di industri modest fashion Indonesia. Kombinasi fondasi bisnis yang solid dan karya kreatif yang relevan menjadikan LS tetap kompetitif di tengah dinamika pasar yang kian padat.