INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pegadaian memastikan kepada seluruh nasabah bahwa investasi emas melalui produk Tabungan Emas dan Cicil Emas tetap aman dan terjamin sepenuhnya. Menanggapi tingginya permintaan cetak emas fisik akhir-akhir ini, manajemen menegaskan bahwa setiap gramasi transaksi didukung oleh emas fisik (underlying asset) dengan rasio 1:1.
Pegadaian menjamin bahwa seluruh emas fisik nasabah disimpan dalam brankas penyimpanan (vault) berstandar internasional. Untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik, ketersediaan aset ini diaudit secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.
"Setiap gram emas yang ditransaksikan nasabah dijamin dengan emas fisik yang setara. Keamanan aset adalah prioritas utama kami," ungkap Dwi Hadi Atmaka, Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Terkait adanya keluhan mengenai antrean panjang proses cetak emas, Pegadaian menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh lonjakan permintaan emas fisik yang terjadi secara bersamaan. Fenomena ini berdampak pada durasi proses produksi sesuai denominasi (gramasi) yang diinginkan serta proses distribusinya.
Sebagai langkah nyata, Pegadaian berkomitmen melakukan percepatan dengan cara meningkatkan kapasitas produksi pencetakan emas fisik sertao ptimalisasi distribusi ke seluruh outlet. Seluruh permintaan cetak emas yang tertunda ditargetkan selesai diserahterimakan kepada nasabah pada akhir Februari 2026.
Bagi nasabah yang membutuhkan dana cepat tanpa harus menunggu proses cetak fisik, Pegadaian memastikan bahwa likuiditas emas tetap aman. Nasabah bisa mendapatkan dana tunai dengan jaminan saldo emas melalui Gadai Emas, serta mencairkan saldo emas menjadi uang tunai lewat Buyback (Jual Kembali). Layanan ini dapat diakses dengan mudah melalui outlet Pegadaian terdekat maupun secara digital melalui aplikasi TRING!.
Pegadaian menghimbau nasabah agar tetap tenang dan tidak khawatir. Masyarakat diajak untuk tetap berinvestasi emas secara bijak sesuai dengan profil finansial, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik dengan memastikan tata kelola yang baik (good corporate governance), taat regulasi, dan berintegritas," tutup Dwi.