INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Nosé Herbal Indo menegaskan komitmennya dalam mendukung kolaborasi Academic, Business, & Government (ABG) pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun BPOM RI ke-25. Dukungan ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih minimnya pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai bahan baku industri kosmetik, di tengah ketergantungan terhadap bahan impor.

Advertisement

Kekayaan hayati Indonesia yang sangat beragam dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan aktif kosmetik. Melalui inisiatif sebagai perusahaan maklon lokal, Nosé secara aktif mendukung riset dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa serta peneliti dari universitas dan instansi pemerintah melalui BRIN. Hingga saat ini, Nosé telah menjalin kerja sama penelitian dengan 6 universitas di Indonesia, yaitu IPB (Institut Pertanian Bogor), UNPAD (Universitas Padjajaran), UI (Universitas Indonesia), USU (Universitas Sumatera Utara), UNMUL (Universitas Mulawarman), UGM (Universitas Gadjah Mada). 

Melihat potensi besar dari kolaborasi yang bersifat mutualisme tersebut, Nosé memandang program ABG yang diinisiasi BPOM RI sebagai langkah strategis dalam mendorong kemajuan industri kosmetik nasional. Program ini mempertemukan tiga pemangku kepentingan utama yaitu, akademisi, industri, dan pemerintah dalam satu ekosistem kolaboratif yang saling menguatkan.

Advertisement

“Kami melihat ABG sebagai ekosistem yang sangat strategis. Saat riset dari akademisi, kebutuhan industri, dan regulasi dari pemerintah bisa berjalan searah, industri kosmetik nasional akan tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Aling Pratama, Direktur PT Nosé Herbal Indo. 

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ABG, PT Nosé Herbal Indo berpartisipasi dengan membuka booth pada rangkaian acara HUT BPOM RI ke-25 yang diselenggarakan pada 28–31 Januari 2026 di Gedung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat.  

Advertisement

Pada kesempatan ini, PT Nosé Herbal Indo juga meluncurkan majalah Insight yang membahas perkembangan tren kosmetik serta sudut pandang Nosé terhadap peran kolaborasi ABG dalam industri kecantikan.

Di area booth, pengunjung dapat mengikuti rangkaian aktivitas interaktif melalui activity card, di mana pengunjung diajak berkeliling booth Nosé, termasuk melihat hasil ekstraksi tanaman bersama para peneliti serta berdiskusi langsung dengan peneliti yang hadir di booth. Selain itu, Nose juga memperlihatkan berbagai contoh formula produk kosmetik yang dapat dikembangkan serta produk obat tradisional yang saat ini telah diproduksi oleh PT Nosé Herbal Indo. 

Advertisement

Pada akhir rangkaian aktivitas, pengunjung akan mendapatkan sampel parfum gratis.

Partisipasi aktif Nosé dalam mendukung kolaborasi ABG ini turut mengantarkan perusahaan masuk dalam nominasi penghargaan yang diumumkan pada acara puncak HUT BPOM RI ke-25, di Aula Gedung Merah Putih, Gedung BPOM RI. 

Ke depan, Nosé berharap program ABG dapat terus diperkuat dan dikembangkan, khususnya dalam mendorong kolaborasi riset yang berkelanjutan antara industri dan perguruan tinggi. Nosé juga berharap kerja sama dengan universitas dapat menghasilkan inovasi kosmetik berbasis bahan alam lokal yang mampu memperkuat daya saing industri kosmetik nasional.

“Harapan kami, kolaborasi ABG ini tidak berhenti di satu momentum saja, tetapi terus berlanjut sebagai gerakan bersama. Dengan riset yang kuat dan kolaborasi yang terbuka, industri kosmetik Indonesia punya potensi besar untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” tutup Aling.