INDUSTRY.co.id, Palembang - Palembang terkenal dengan Sungai Musi dan kuliner khasnya yakni Pempek. Jika Anda berkunjung ke Palembang, sempatkanlah menelusuri ke kawasan Sungai Musi, dengan perahu milik masyarakat sekitar, para pengunjung bisa menyewanya untuk sekedar berkeliling sungai atau pun ke destinasi wisata yang terletak di pinggir Sungai Musi.

Advertisement

Sambil menelusuri sungai, ada salah satu destinasi wisata yang terkenal akan ke romantismenya, yaitu Pulau Kemaro. Pulau yang terletak 14 kilometer dari Kota Palembang ini merupakan salah satu destinasi favorit saat berkunjung ke Palembang, selain itu Pulau Kemaro juga menyimpan sejuta kisah romantis di baliknya.

Awalnya, pulau pulau ini tiba-tiba muncul di tengah Sungai Musi, dan karena keunikannya ini, orang-orang menyebutnya Pulau Kemaro yang artinya pulau kering atu pulau yang tidak pernah kebanjuran walaupun hujan deras turun. Selain itu, pulau ini juga mempunyai legenda yang berkembang di masyarakat sekitar.

Advertisement

Untuk mencapai Pulau Kemaro, wisatawan harus menggunakan getek atau perahu masyarakat sekitar yang bisa disewakan. Selama diperjalanan menuju Pulau Kemaro, para wisatawan disuguhkan dengan pemandangan yang unik, yakni aktivitas masyarakat di pinggir sungai Musi.

Advertisement

Karena, memang sungai Musi merupakan salah satu tempat mata pencaharain masyarakat Palembang, bantaran sungai Musi dijadikan sebagai tempat tinggal dan aktivitas lainnya, seperti mandi, mencuci baju, menjual barang-barang sembako, menjual makanan juga ada di sungai Musi. Jangan heran jika Anda melihat pemandangan saat ibu-ibu yang sedang mandi atau anak-anak kecil yang sedang berenang, karena hal itu sudah lumrah dan dan banyak kapal-kapal pengangkut barang yang berlalu-lalang dan itu menjadi salah satu daya tariknya tersendiri bagi para wisatawan.

Advertisement

Selama perjalanan menuju Pulau Kemaro, wisatawan bisa melewati beberapa kawasan wisata lainnya yang sedang masa proses perkembangannya untuk menarik wisatawan nusantara ataupun wisatawan mancanegara, seperi Kampung Kapitan dan Kampung Al Munawar, yakni kampungnya orang Arab dan tentunya bisa melewati bawah Jembatan Ampera yang terkenal itu.

Sesampai di Pulau Kemaro, setelah turun, Anda harus menyeberangi jembatan, dari jembatan wisatawan bisa melihat bentangan sungai Musi yang begitu menawan.  

Singkat cerita, Pulau Kemaro mempunyai keunikan sendiri karena mempunya kisah romantis yang melegenda, yakni kisah percintaan antara seorang saudagar kaya berasal dari Cina, yang bernama Tan Bun An. Ketika sedang ke Palembang, Tan Bun An, tanpa disangka bertemu dengan Putri Kerjaan Palembang, Siti Fatimah. Pertemuan yang tak sengaja itulah yang membuat keduanya jatuh cinta.

Maka, atas dasar cinta Tan Bun An, Ia pun berniat untuk menikahi sang putri Palembang. Tetapi, pihak sang putri menginginkan sesuatu untuk meminangnya. Ke dua orang Siti Fatimah menginkan sembilan guci berisikan emas untuk sebagai mas kawin.

Lalu, pihak keluarga Tan Bun An pun dari Cina mengirimkan sembilan guci tersebut, namun karena saat itu rawan akan perampokan, keluarga Tan Bun An pun berinisatif untuk menutupi ke sembilan guci tersebut dengan sayur mayur. Tetapi, sesampai di Palembang, Tan Bun An pun marah karena Ia hanya melihat kotak yang berisikan sayur-sayuran, bukan guci. Saking emosinya, Ia pun membuang guci tersebut ke laut. Saat ingin melempar guci terakhir, guci pun jatuh dan pecah. Ia pun kaget dan tanpa pikir panjang, Ia pun langsung melompat ke sungai untuk mencari guci yang tadi Ia buang.

Melihat calon suaminya berenang ke sungai, Siti Fatimah pun ikut melompat ke sungai untuk mencari guci tersebut, ada hal yang disampikan Siti Fatimah sebelum Ia menyusul suaminya, menurut masyarakat sekitar Ia berkata, "Jika ada gundukan tanah di sini itulah kuburan Kami." Namun, Setelah keduanya terjun ke sungai, mereka tak kunjung kembali.

Dikisahkan dari cerita kedua sejoli ini, konon ada sebuah gundukan yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai kuburan dari Tan Bun An dan Siti Fatimah. Dan, kuburan mereka ini bisa dilihat di dalam sebuah klenteng yang ada di Pulau Kemaro.

Selain kisah romantismenya, Pulau Kemaro juga menjadi salah satu tempat ibadah para umat Budha untuk berdoa atau mengunjungi makam dari Tan Bun An dan Siti Fatimah, dan ada hal menarik lainnya yakni berdiri dengan kokoh Pagoda setinggi 50 meter yang mempunyai warna merah, yang beridiri tepat berhadapan sungai Musi, dan dibangun sebuah kuil Cina (Klenteng Hok Tjing Rio). Pulau Kemaro ramai dikunjungi juga saat Cap Go Meh.

Ada juga kisah romantis lainnya yakni, Pohon Cinta. Kenapa dinamakan Pohon Cinta, karena pada awalnya pohon ini hanya pohon biasa, namun ada sepasang kekasih yang menuliskan namanya di pohon tersebut, dan hal itu menjadi tersebar di masyarakat dan wisatawan. Namun, karena disinyalir dapat membahayakan dibangunlah pagar tiga tahun lalu, Hingga saat ini banyak wisatawan yang menuliskan namanya karena mereka yakin kisah mereka akan langgeng.