INDUSTRY.co.id - Jakarta - Memasuki tahun 2026, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia memfokuskan strategi pada penguatan portofolio bisnis guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini dijalankan secara terukur melalui pengembangan proyek di sejumlah wilayah strategis, termasuk pembangunan properti komersial di Semarang serta rencana penambahan portofolio di Balikpapan. 

Advertisement

"INPP sudah hadir di delapan kota besar: Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Makassar, dan segera menyusul Semarang dan Balikpapan. Menggarap tiga lini: komersial, perhotelan, dan residensial dengan konsep 4 M: mixed-use development, mid scale, middle-up, dan major cities. Dengan porsi recurring income yang kuat untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan," kata Presiden Direktur-CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk, 

Anthony Prabowo Susilo di Jakarta, Jumat (30/1/2026). 

Advertisement

Anthony mengungkapkan bahwa perusahaan akan terus menjaga pertumbuhan double digit dengan mengintensifkan capex dan improvement aset, salah satunya seperti di Sheraton yang sudah ada spa itu kami perluas dengan wings tersendiri. 

Tak hanya ekstensifikasi yang caplok-caplok lahan seperti pengembang lain, Anthony menyebut perusahaan akan melakukan intensifikasi dari aset-aset yang ada seperti menambah meeting room di FX, extension di 23 Pascal Bandung yang menambah luas 20 persen, dan aakanmelihat kembali aset apa lagi yang bisa diintensifkan.

Advertisement

"Di Balikpapan kami membuat sesuatu yang beda, konsepnya mixed use yang ada CBD zone dengan konsep mid to low density. Jadi target double digit growth dan double digit profitability dengan strategi ini," ujarnya. 

Dirinya menyebut langkah pembangunan mal dillakukan karena pasarnya memang ada dan sangat mature. Pendapatan juga ditopang dari penjualan unit Antasari Place, dari 980 unit saat ini tersisa 70 unit dan mayoritasnya (80 persen) pada tahun 2025 penjualan dengan insentif PPN DTP. 

Advertisement

"Jadi kita terus melihat apa saja yang possible, accessible, untuk menghasilkan profitable. Antsari Place kami mulai berencana untuk tower kedua. Kami juga telah sukses dengan penerbitan obligasi awal tahun 2025 lalu diteruskan dengan kerja sama dengan Hankyu Hanshin," ujarnya. 

Sementara untuk kota Semarang, INPP melihat kota Semarang sebagai commercial hub Jateng yang hingga 10 tahun ke depan masih akan berkembang. Dari 37 ribu net leasable di tengah perjalanan dibuat menjadi 48 ribu karena minat yang begitu tinggi.

INPP menutup tahun 2025 dengan kinerja yang menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Penguatan kinerja Paradise Indonesia ditopang oleh kontribusi positif dari segmen property sales (penjualan properti) melalui Antasari Place serta keuntungan investasi yang terealisasi. 

Direktur INPP Surina mengungkapkan capaian kinerja bisnis 2025 saat ini masih belum audit. Meski begitu, dirinya menyebut, selama 9 bulan kinerja bisnis 2025 sudah menyamai capaian kinerja bisnis tahun 2024. "Jadi hingga September 2025 capaian kami sebesar Rp1,3 triliun, porsinya 33 persen dari komersial, 36 persen perhotelan, 31 persen property sales," kata Surina. 

"Capex tahun lalu 1 triliun karena kami banyak membangun seperti Antasari Place dan Semarang, kalau untuk tahun ini sekitar 400 miliar yang akan difokuskan untuk ekspansi dann renovasi produk eksisting. Tahun ini optimistis bisa tumbuh 20-30 persen," imbuhnya. 

Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang dirilis Perusahaan, hingga periode kuartal III 2025, Paradise Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 49,8% YoY menjadi Rp1,31 triliun, dengan peningkatan laba bersih mencapai Rp493,9 miliar. 

Capaian kinerja tersebut terutama didorong oleh keuntungan investasi serta pertumbuhan signifikan segmen property sales, dan didukung oleh kontribusi positif dari segmen bisnis lainnya, yang mencerminkan solidnya fundamental bisnis Perusahaan.