INDUSTRY.co.id - Jakarta — International Global Network (IGN) menandai satu dekade kiprahnya sebagai organisasi pendidikan internasional yang konsisten membangun generasi muda menjadi pemimpin global yang berkarakter, berwawasan luas, serta memiliki empati lintas budaya.

Didirikan dengan keyakinan bahwa mimpi anak muda tidak seharusnya dibatasi oleh geografi maupun latar belakang sosial, IGN hadir membawa pendekatan pendidikan global yang melampaui ruang kelas. Selama sepuluh tahun terakhir, organisasi ini terus membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tumbuh melalui pengalaman, dialog, dan keberanian untuk menyuarakan gagasan.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat merayakan satu dekade perjalanan International Global Network bersama rekan media, orang tua, pendidik, alumni, dan mitra sekolah. Sepuluh tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kami capai, tetapi tentang jutaan mimpi anak muda yang tumbuh bersama kami,” ujar Muhammad Fahrizal, President of International Global Network.

Dalam satu dekade perjalanannya, IGN berkembang menjadi organisasi pendidikan internasional dengan berbagai program unggulan, mulai dari konferensi Model United Nations (MUN), akademi kepemimpinan, hingga pelatihan pengembangan karakter.

Melalui sistem pembelajaran yang menekankan pemikiran kritis, komunikasi terstruktur, kolaborasi lintas budaya, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab, IGN menciptakan ruang aman bagi generasi muda untuk belajar menjadi pemimpin sejak dini.

Di forum-forum IGN, para peserta tidak hadir sebagai individu yang terpisah, melainkan sebagai kolaborator. Banyak dari mereka untuk pertama kalinya berdiri di depan ratusan delegasi, bernegosiasi, membahas isu global, serta memahami bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh karakter.

Sepanjang sepuluh tahun, konferensi IGN telah diselenggarakan di berbagai negara dan mempertemukan ribuan delegasi dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, Australia, hingga wilayah lainnya.

Tak sedikit peserta yang awalnya datang dengan keraguan dan keterbatasan kepercayaan diri, namun pulang dengan keyakinan bahwa suara dan gagasan mereka memiliki arti. Kini, para alumni IGN tumbuh menjadi pemimpin organisasi sekolah, penerima beasiswa, mentor muda, relawan sosial, hingga pembicara di forum nasional dan internasional.

Momentum satu dekade IGN juga menjadi langkah awal menuju fase baru pendidikan global. Dalam perayaan ini, IGN secara resmi meluncurkan AYIMUN Chapter, sebuah inisiatif Model United Nations berbasis regional.

Program ini dirancang untuk membawa pengalaman MUN lebih dekat ke komunitas pelajar di berbagai daerah. Dengan skala regional, AYIMUN Chapter menghadirkan lingkungan belajar yang lebih intim, berkelanjutan, serta berbasis mentorship.

Melalui program ini, peserta dapat terlibat dalam simulasi diplomasi, membahas isu regional maupun global yang relevan, sekaligus mempersiapkan diri untuk melangkah ke tingkat nasional dan internasional dengan lebih percaya diri.

Memasuki dekade berikutnya, IGN juga mengumumkan langkah ekspansi global melalui penyelenggaraan konferensi internasional di dua lokasi strategis dunia, yakni Maldives dan Geneva.

Di Maldives, Asia World Model United Nations (AWMUN) direncanakan akan digelar dengan dukungan Pemerintah Maldives dan dijadwalkan dihadiri oleh His Excellency Mohamed Muizzu, President of the Maldives.

Konferensi ini diharapkan menjadi pengalaman diplomasi yang bersejarah dengan perspektif baru dalam membahas isu-isu global.

Sementara itu, AYIMUN Geneva akan diselenggarakan di Palais des Nations, pusat diplomasi dunia dan tempat berlangsungnya berbagai pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di ruang bersejarah tersebut, generasi muda akan merasakan langsung simulasi peran diplomatik di panggung global.

Dua lokasi berbeda dengan satu visi yang sama: menghadirkan pendidikan diplomasi yang nyata, relevan, dan berdampak bagi pemimpin masa depan.

“Dekade berikutnya adalah tentang memperluas dampak. Bukan hanya mencetak delegasi yang siap berbicara, tetapi melahirkan pemimpin yang siap berkontribusi—mulai dari daerahnya, untuk dunia,” tutup Muhammad Fahrizal.