INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bersama Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawan nusantara, sebagaimana disampaikan dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata.

Dalam keterangannya pada Rabu (14/1/2026), Menteri Pariwisata Widiyanti mengungkapkan bahwa pada November 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,2 juta kunjungan, tumbuh 9,79 persen dibandingkan November 2024. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga November 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta atau meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.

“Dari sisi pasar utama, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih didominasi oleh lima negara penyumbang terbesar, yaitu Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara ini secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen total kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025,” kata Menpar Widiyanti.

Selain pertumbuhan wisatawan mancanegara, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menambahkan bahwa perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat sebesar 96,45 juta perjalanan, tumbuh 19,64 persen dibandingkan November 2024. Sementara itu, secara kumulatif dari Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,09 miliar perjalanan atau tumbuh 18,95 persen.

“Angka ini menegaskan peran strategis wisatawan nusantara sebagai penyangga utama pariwisata nasional, terutama dalam menjaga stabilitas sektor ini di tengah dinamika global,” kata Wamen Ni Luh Puspa.

Meski demikian, Wamenpar menyoroti tantangan pemerataan destinasi wisata. Hingga saat ini, lebih dari 61 persen perjalanan wisatawan nusantara masih terkonsentrasi di lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pariwisata terus mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Pulau Jawa.

Di sisi lain, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri juga mengalami peningkatan. Pada November 2025, jumlah perjalanan ke luar negeri tercatat sebesar 794 ribu perjalanan, tumbuh 5,96 persen dibandingkan November 2024. Secara kumulatif, Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri mencapai 8,34 juta perjalanan atau meningkat 2,52 persen secara tahunan. Tiga negara tujuan utama wisatawan nasional adalah Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura yang secara kumulatif menyumbang 58,31 persen dari total perjalanan.

Dalam laporannya, Kementerian Pariwisata juga menyoroti satu kejadian krisis yang memerlukan perhatian mendalam, yakni insiden kapal wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Desember 2025. Sejak menerima laporan awal, Kementerian Pariwisata melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Basarnas, Kementerian Luar Negeri, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, otoritas setempat, pemerintah daerah, serta Kedutaan Besar Kerajaan Spanyol di Jakarta.

Per 7 Januari 2025, dari total 11 orang yang berada di kapal, 7 orang berhasil diselamatkan, 1 orang dinyatakan hilang, dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia. Kementerian Pariwisata menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta terus mengupayakan dukungan maksimal dalam proses penanganan dan pencarian.

Isu keselamatan angkutan wisata menjadi perhatian serius Kementerian Pariwisata dan telah dibahas secara khusus dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan yang dipimpin oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 12 Januari 2026, serta dihadiri oleh 13 kementerian dan lembaga terkait.

Menutup laporannya, Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa seluruh capaian dan upaya tersebut menunjukkan sektor pariwisata Indonesia berada pada jalur yang tepat. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan yang tercapai merupakan hasil dari arah kebijakan yang jelas, penguatan kualitas destinasi, serta sinergi lintas sektor yang semakin solid.

“Dengan komitmen bersama dan kepercayaan publik yang terus terjaga, kami optimis pariwisata Indonesia akan menjadi kekuatan strategis pembangunan nasional dan wajah Indonesia di panggung dunia,” tutup Menteri Pariwisata.