INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA). Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 55 tahun ASITA serta apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan pariwisata Indonesia.
Dalam sambutannya, Menpar mengatakan bahwa momentum pertambahan usia ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran ASITA sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di seluruh penjuru Tanah Air.
Dalam semangat kolaborasi tersebut, Kementerian Pariwisata menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman antara ASITA dan Messe Berlin Asia Pacific untuk penyelenggaraan Travel Meet Asia 2026 di Indonesia. "Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pameran ini yang diproyeksikan menjadi ajang marketplace strategis bagi para pelaku industri pariwisata," ujar Menpar Widiyanti seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun Instagram resmi miliknya @widi.wardhana, Jumat (9/1/2026).
Menpar Widiyanti memaparkan, pembangunan pariwisata nasional kini tidak lagi semata mengejar volume kunjungan, melainkan menitikberatkan pada kualitas, kurasi, dan keberlanjutan. Sejalan dengan arah tersebut, Kementerian Pariwisata telah menyusun berbagai pola perjalanan dan panduan resmi yang perlu disosialisasikan serta dimanfaatkan secara aktif oleh anggota ASITA.
Panduan tersebut meliputi buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan, Indonesia Gourmet Guide, Wellness Journey Across the Java Wonders, serta Wonderful Indonesia Diving Directory. "Seluruh panduan dapat diakses melalui website resmi Kementerian Pariwisata dan diharapkan menjadi rujukan bersama bagi para travel agent dalam merancang paket wisata yang siap dipasarkan secara berkelanjutan," jelasnya.
Menpar Widiyanti juga menambahkan, pariwisata berkualitas harus ditopang oleh ekosistem usaha yang tertib dan berizin. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh travel agent untuk memastikan bahwa produk wisata yang dipasarkan berasal dari usaha pariwisata yang memiliki izin resmi.
Dari sisi program, pada tahun 2025 fokus pengembangan pariwisata berkualitas diarahkan pada tiga sektor utama, yaitu gastronomi, wellness, dan bahari. Pada tahun 2026, fokus tersebut akan diperluas dengan pengembangan paket wisata tematik yang mencakup gastronomi, wellness, bahari, wastra, seni dan desain, budaya, religi, serta muslim friendly tourism packages yang diharapkan dapat dikembangkan bersama para travel agent.
Selain pengembangan paket tematik, optimalisasi desa wisata dan event nasional juga menjadi bagian penting dari pola perjalanan yang dapat dipasarkan. Indonesia memiliki lebih dari 6.100 desa wisata, termasuk yang telah memperoleh pengakuan internasional melalui Best Tourism Villages dari UN Tourism dan ASEAN Tourism Award.
Dari sisi promosi, Kementerian Pariwisata membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan ASITA melalui partisipasi dalam pameran internasional, sales mission, familiarization trip, dan business matching. Sementara itu, berbagai event unggulan seperti Karisma Event Nusantara dan event MICE menjadi peluang konkret bagi travel agent untuk mengembangkan paket wisata berbasis event, yang seluruhnya tercantum dalam kalender event di situs resmi indonesia.travel.
Preferensi wisatawan global juga terus mengalami perubahan. Wisatawan kini semakin menginginkan perjalanan yang bersifat personal dan customized. Survei Skyscanner menunjukkan bahwa pada tahun 2026, lebih dari 50 persen wisatawan akan merancang perjalanannya dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan transformasi melalui konsep Tourism 5.0 dengan meluncurkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia). Platform Indonesia.Travel kini berfungsi sebagai itinerary provider dan digital travel companion berbasis AI. Kementerian Pariwisata membuka peluang kolaborasi agar travel agent dapat memanfaatkan platform ini dalam menyusun perjalanan yang lebih personal sekaligus mempromosikan paket wisata mereka.
Namun demikian, pengalaman wisata yang berkualitas harus selalu diiringi dengan jaminan keselamatan wisatawan. "Oleh sebab itu, peningkatan keselamatan berwisata ditetapkan sebagai program prioritas baru pada tahun 2026, termasuk pelatihan keselamatan bagi travel agent yang akan dilaksanakan di 30 provinsi, serta penguatan koordinasi keselamatan di destinasi dan usaha pariwisata," terang Menpar Widiyanti.
Sebagai penutup, Menteri Pariwisata mengajak seluruh anggota ASITA untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mensosialisasikan dan mengimplementasikan kebijakan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan melalui pengembangan serta promosi paket wisata yang mengedepankan konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selaku tuan rumah, Ketua Umum DPP ASITA, Nunung Rusmiati, menegaskan komitmen ASITA untuk terus mendorong pariwisata Indonesia, khususnya di 36 provinsi, agar semakin mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.