Momentum Pertumbuhan Industri Logam Nasional Harus Terus Dijaga

Oleh : Ridwan | Rabu, 23 Agustus 2017 - 18:40 WIB

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan (Foto Ridwan)
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan (Foto Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Industri logam nasional mampu tumbuh mencapai 7,50 persen pada triwulan II tahun 2017 atau tertinggi dibandingkan sektor manufaktur lainnya. Namun demikian, industri induk (mother of industry) ini perlu semakin meningkatkan daya saing di tengah membanjirnya produk logam impor di pasar domestik dengan harga jual yang lebih murah.  

"Momentum pertumbuhan sektor industri logam ini harus terus dijaga, bahkan semakin ditingkatkan dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para investor,"ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Ia menambahkan, selain itu, perlu adanya kebijakan perlindungan industri dalam negeri terhadap produk impor. "Salah satu langkah keberpihakan yang telah dijalankan oleh pemerintah adalah melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Upaya strategis ini memberikan dukungan agar menjadi pemicu penggunaan produk logam lokal, terutama terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh APBN," tegasnya.

Lebih lanjut, Putu menjelaskan, program P3DN diharapkan dapat pula mendorong masyarakat maupun badan usaha supaya lebih menggunakan produk dalam negeri, memberdayakan industri dalam negeri melalui pengamanan pasar domestik, mengurangi ketergantungan produk impor, dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.  

"Salah satu bentuk konkritnya adalah dengan mewajibkan instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dibiayai oleh APBN atau APBD," imbuhnya.  

Di samping itu, Kementerian Perindustrian terus menggalakkan program implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI). "Penerapan SNI dapat dilakukan secara sukarela dan wajib. Hingga saat ini, produk industri logam sebagian besar SNI sukarela dan sekitar 27 SNI wajib," ungkap Putu.

Bahkan, Kemenperin fokus memacu program pengembangan industri logam berbasis sumber daya lokal karena prospek di masa mendatang masih cukup baik dilihat dari sisi permintaan yang sangat besar. "Maka peluang ini seharusnya direspon dengan meningkatkan suplai melalui optimalisasi utilisasi maupun investasi baru,” tuturnya.  

Menurut Putu, potensi bahan baku di dalam negeri yang melimpah semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan daya saing produk domestik.

Hal ini telah dilakukan oleh beberapa industri logam nasional dengan melakukan perluasan usaha. "Misalnya ekspansi yang dilakukan oleh industri baja untuk memenuhi kebutuhan proyek infrastruktur dan sektor otomotif," pungkas

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pantai Air Manis Padang (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 18:00 WIB

Icon Kota Padang, Pantai Air Manis Terus Percantik Diri

Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk membenahi objek wisata Pantai Air Manis Padang yang kerap dikenal dengan legenda Malin Kundang.

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 19 Mei 2019 - 16:30 WIB

Tekan Impor Migas, Kemenperin Bakal Dongkrak Produksi Green Fuel

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berusaha mendongkrak kontribusi industri nonmigas dengan mendorong produksi bahan bakar yang masih ketergantungan pada impor, di antaranya memproduksi…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:40 WIB

Ekspor Produk Manufaktur Masih Tertinggi

Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional.

Industri Tekstil

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:01 WIB

Upaya Pemerintah Dongkrak Produktivitas Industri Tekstil dan Pakaian Menuju Lima Besar Dunia

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya sebagai pionir dalam peta jalan penerapan revolusi industri…

Batik Air (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:00 WIB

Batik Air Mengantarkan Travelers Menuju Destinasi Luwuk Banggai

Sulawesi Tengah berkontur geografis khas menyerupai lekukan yang begitu menggoda wisatawan dan pebisnis (travelers) untuk berkunjung. Salah satunya ke bagian timur provinsi ini yaitu Kabupaten…