INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Nanotech Indonesia Global Tbk (“NANO”) menutup agenda Public Expose 2025 pada November 2025 lalu dengan serangkaian capaian operasional dan rencana strategis yang menegaskan kesiapan perseroan memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam keterangannya, NANO berhasil mencatatkan tren ekspansif hingga berhasil meraih kontrak jumbo senilai Rp 800 miliar.
Fokus 2025 diarahkan pada efisiensi, optimalisasi portofolio riset komersial, serta akselerasi eksekusi kontrak jangka panjang di sektor teknologi dan industri.
Dikutip dari keterangan resmi perseroan, NANO berhasil menorehkan pertumbuhan pendapatan 8,4% YoY hingga September 2025.
"Laba usaha kembali positif, menjadi sinyal pemulihan kualitas profit," tulis keterangan resmi NANO dilansir Selasa (23/12/2025).
Struktur keuangan NANO juga tercatat tetap solid, dengan DER 0,24x dengan ekuitas >80% dari aset.
Tren ekspansi bisnis perseroan juga diikuti langkah efisiensi dengan pengendalian biaya, pengetatan arus kas, dan fokus ke proyek prioritas menopang stabilitas operasional di tengah tekanan margin.
Kontrak Oxywater Rp800 Miliar (3 Tahun)
Kontrak Oxywater Rp800 Miliar Jadi Sinyal Kuat Masa Depan Cerah Salah satu pengumuman terbesar dalam Public Expose tahun ini adalah dimulainya eksekusi Kontrak Order Vending Machine Oxywater dengan nilai mencapai R800 miliar untuk periode tiga tahun. Kontrak jangka panjang bernilai besar ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kompetensi teknologi, kapasitas produksi, dan kualitas eksekusi NANO.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh sumber daya, infrastruktur, dan kesiapan operasional telah disusun untuk memastikan kontrak berjalan sesai target. Bagi investor, kehadiran pendapatan berulang (recurring revenue) dari proyek Oxywater ini memberikan visibilitas arus kas yang lebih stabil dan memperkuat keyakinan terhadap proyeksi kinerja 2026-2028.
Perluasan Kemitraan Lintas Industri
NANO juga mengumumkan kemitraan strategis dengan korporasi nasional untuk memperluas rantai nilai teknologi nano diantaranya dengan:
PT Jaya Swarasa Agung (Tays Bakers/TAYS) Tbk – R&D dan distribusi Nano Oxygen Water (NOW).
PT Parama Karya Nusantara & ATM Promoning – Sinergi teknologi nano di pertambangan/tembaga.
PT Indoroti Prima Cemerlang – Hilirisasi suplemen berbasis propolis & gojiberry.
PT Tecno Mesin Indonesia – Produksi dispenser pintar berbasis nanoteknologi. Kolaborasi ini memperkuat peran NANO sebagai innovation enabler dan membuka peluang new revenue stream ke depan.
Komitmen Penguatan Shareholder Value
"Manajemen memprioritaskan peningkatan laba bersih sebagai prasyarat kesiapan pembagian dividen tahun buku 2025, sejalan dengan tren profitabilitas yang membaik dan program efisiensi yang berlanjut di kuartal IV 2025," tulis perseroan.
Agenda 2026: Efisiensi, Likuiditas, dan Hilirisasi
Perseroan menyiapkan inisiatif 2026 untuk mempercepat pertumbuhan:
1.Optimalisasi biaya & modal kerja,
2.Percepatan penagihan piutang guna memperkuat arus kas,
3.Peningkatan kinerja SDM riset untuk mendorong ROE,
4.Penguatan manajemen risiko & kontrol likuiditas,
5.Hilirisasi teknologi nano ke sektor industri baru.
Transformasi Menuju Korporasi Teknologi Nano Terintegrasi
Public Expose 2025 menggambarkan transformasi NANO—dari perusahaan riset menjadi korporasi nanoteknologi terintegrasi, komersial, dan berorientasi keuntungan—dengan fondasi keuangan yang kuat, kontrak strategis bernilai besar, serta kesiapan kebijakan reward kepada pemegang saham.