INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) mencatatkan langkah strategis penting dengan mengunci kontrak kerja sama bernilai hingga Rp50 miliar dari Mandaya Hospital Group, salah satu rumah sakit swasta paling elit dan bereputasi di Indonesia, untuk pengembangan dan komersialisasi terapi kesehatan berbasis nanoteknologi.

Kerja sama tersebut memiliki target produksi kumulatif hingga 500.000 vial dengan nilai ekonomi sekitar Rp50 miliar dalam periode lima tahun. 

Skema bisnis disusun berbasis volume produksi riil dengan harga jasa nanoteknologi sebesar Rp100.000 per vial, menjadikan kontrak ini sebagai kontrak teknologi kesehatan yang konkret dan berorientasi pasar, bukan sekadar proyek riset.

Masuknya Mandaya Hospital Group memberikan validasi reputasi dan klinis tingkat tertinggi bagi teknologi NANO. Mandaya dikenal luas sebagai rumah sakit rujukan nasional dengan layanan medis premium, adopsi teknologi klinis mutakhir, serta ekosistem riset yang terintegrasi. Keterlibatan institusi medis elit ini memperkuat kepercayaan bahwa proyek tidak berhenti di laboratorium, melainkan langsung diarahkan menuju uji klinis dan komersialisasi medis.

Dalam kolaborasi ini, NANO bertindak sebagai technology provider eksklusif yang bertanggung jawab atas pengembangan, validasi, dan produksi teknologi penghantar obat berbasis nanoteknologi, sebuah sistem canggih untuk meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efektivitas terapi.

Seluruh tahapan pengembangan dan produksi dirancang mengikuti standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta disiapkan untuk memenuhi regulasi BPOM dan Kementerian Kesehatan, memastikan bahwa kontrak Rp50 miliar ini berbasis kesiapan klinis dan kepatuhan regulasi, dua faktor utama dalam industri kesehatan.

Direktur Utama NANO, Suryandaru, menyatakan bahwa kontrak ini mencerminkan kepercayaan industri kesehatan terhadap kapabilitas teknologi NANO.

“Kontrak Rp50 miliar dari Mandaya Hospital Group merupakan validasi nyata bahwa teknologi penghantar obat berbasis nanoteknologi dari NANO tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga siap digunakan dalam ekosistem rumah sakit elit dan pasar medis premium. Ini adalah langkah penting dalam akselerasi NANO menuju perusahaan teknologi kesehatan berkelas internasional,” ujarnya.

Dengan mengamankan kontrak Rp50 miliar bersama Mandaya Hospital Group, NANO mengirimkan sinyal kuat bahwa perseroan mampu mengonversi inovasi berbasis sains menjadi bisnis kesehatan bernilai tinggi dengan roadmap yang jelas. Langkah ini sekaligus memperkuat reputasi NANO sebagai emiten teknologi Indonesia dengan fundamental riil, mitra institusional kuat, dan arah pertumbuhan jangka panjang yang terukur.