INDUSTRY.co.id - Cikarang - "Welcome to the most international university in lndonesia!" Demikianlah yang diserukan oleh Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., Rektor President University dalam pidato pembukanya dalam Wisuda ke-21 President University (Preuniv) yang diselenggarakan melalui Sidang Senat Terbuka pada Minggu, 14 Desember 2024, bertempat di President University Convention Center, JI. H. Usmar lsmail, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Pada Wisuda ke-21 ini, President University meluluskan 1.644 wisudawan, termasuk 74 mahasiswa internasional yang berasal dari bertbagai negara, yakni Amerika Serikat, China, Fiji, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Palestina, Sri Lanka, Timor Leste, dan Vietnam. Jumlah mahasiswa internasional yang diwisuda tahun ini mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 35 mahasiswa internasional.
Sidang Senat Terbuka ini dihadiri oleh jajaran duta besar dan perwakilan diplomatik, di antaranya Md. Tarikul Islam, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia; Prof. Fekadu Beyene Aleka, Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia; Oh Joon, Duta Besar Republik Korea untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2013-2016, Presiden Dewan Keamanan PBB Periode 2014, dan juga Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB Periode 2015-2016; Belmiro Jose Malate, Duta Besar Mozambik untuk Indonesia; Sheikh Abdul Karim Harelimana, Duta Besar Rwanda untuk Indonesia; Dr. Yassir Mohammed Ali, Duta Besar Sudan untuk Indonesia; Macocha Moshe Tembele, Duta Besar Tanzania untuk Indonesia; Ta Van Thong, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia: Sudgi AI Omoush, Duta Besar Yordania untuk Indonesia: Stephen Lorete, Chargé d'Affaires Kedutaan Republik Kenya untuk Indonesia; Nilanthi K. Pelawaththage, Head of Chancery Kedutaan Besar Sri Lanka untuk Indonesia; João Soares, Counselor Kedutaan Besar Angola untuk Indonesia; serta Parisa Shahmohammadi, perwakilan Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh rangkaian upacara wisuda President University dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Konsistensi penggunaan bahasa ini memungkinkan para duta besar dan tamu internasional untuk hadir dan mengikuti acara secara penuh. Dengan demikian, wisuda President University kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu upacara wisuda paling internasional di lndonesia.
Selain dari jajararn diplomatik, dari unsur pemerintahan hadir Dyah Roro Esti, B.A., M.SC., Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia; Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sekaligus alumni President University; Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; serta Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Kepala LLDIKTI Wilayah IV. Hadir pula Jeffrey Labovitz, United Nations Migration Chief of Mission to Indonesia, mewakili organisasi internasional.
Wisuda ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan yayasan, senat universitas, civitas akademika, perwakilan pemerintah, organisasi internasional, serta korps diplomatik. Dari keluarga besar President University, hadir antara lain Setyono Djuandi Darmono, Pendiri dan Chairman Jababeka Group; Dr. J. Satrijo Tanudjojo, Penasihat Senior Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP); Suteja Darmono, Wakil Ketua Dewan Pembina YPUP; serta Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, Ketua Pengurus YPUP.
Turut hadir pula Prof. Ki-chan Kim selaku International Chancellor President University: Abdul Wahid Maktub, Duta Besar Indonesia untuk Qatar (2003-2007); serta lbnu Hadi, M.Ec., Duta Besar Indonesia untuk Vietnam (2016-2020), yang merupakan penasihat Rektor President University. Sidang Senat Terbuka ini juga dihadiri oleh jajaran senat dan seluruh civitas akademika President University.
Tidak hanya dari jajaran pemerintahan dan juga perwakilan diplomatik, acara Wisuda ke-21 ini juga ikut dimeriahkan dengan penampilan musik dari para mahasiswa, penampilan khusus dari Anneth Delliecia, seorang penyanyi asal Indonesia dan ditutup dengan selebrasi akbar yang menghadirkan Adrian Khalif yang dikenal sebagai pelantun lagu 'Alamak' dan juga Raim Laode yang dikenal sebagai pelantun lagu Komang'. Sejak tahun yang sebelumnya, President University mengundang artis-artis temama untuk turut memeriahkan acara wisuda. Menciptakan momen yang tidak akan dilupakan di hari spesial mereka.
Kekuatan President University
"Saya berdiri di sini sebagai seorang individu yang telah lulus dari President University sekitar 20 tahun yang lalu. Melihat hari ini begitu banyak mahasiswa yang diwisuda, saya semakin yakin bahwa memilih untuk berkuliah di President University 20 tahun yang lalu adalah keputusan yang tepat bagi saya. Inilah tempat di mana saya mendapatkan fondasi untuk menjadi diri saya yang sekarang".
Demikian disampaikan oleh Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan alumni Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis, President University, yang lulus pada tahun 2008.

Menurut Handa, kekuatan para wisudawan terletak pada kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris yang dilatih di keseharian para mahasiswa, kepercayaan diri yang tumbuh dari pengembangan kemampuan individu mereka, hingga sikap saling menghargai yang timbul di lingkungan yang beragam. Semua hal ini dapat didapatkan saat belajar di President Universityーuniversitas paling internasional di Indonesia. "lnilah kekuatan kalian untuk meniti karier global," tambahnya.
Keberagaman sebagai salah satu kekuatan utama President University juga disetujui oleh Budi, Ketua YPUP, yang menyatakan bahwa sivitas akademika President University berasal dari berbagai latar belakang budaya. Sebagian mahasiswa datang dari berbagai negara di dunia, sementara lainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. "Keberagaman tersebut tidak hanya membentuk kehidupan kampus, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka sebagai individu," ujarnya.
Pesan Inspiratif bagi Wisudawan
Dyah, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, menegaskan bahwa capaian yang diraih hari ini merupakan hasil dari ketangguhan dan dorongan untuk terus melangkah maju. Menurutnya, tidak menjadi persoalan apabila seseorang belum mengetahui secara pasti ingin meniadi apa. “Selama kita tetap setiapada tuuan, kita akan menemukan arah kita," uiarnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, yang tidak dapat hadir secara langsung, menyampaikan pesannya melalui tayangan vide0. la menekankan pentingnya keterbukaan dan konsistensi dalam setiap peran yang dijalani. Menurutnya, setiap tugas memiliki arti, baik besar maupun kecil, disorot maupun tidak. Upaya untuk memberikan yang terbaik tetap penting, bukan karena tuntutan dunia, melainkan karena proses tersebut berperan dalam membentuk karakter dan kualitas pribadi. "Tetaplah terbuka dan terus melangkah maju," tegasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Jeffrey Labovitz. la menekankan pentingnya belajar dari setiap pertemuan dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam, sesuatu yang selalu ia lakukan setiap kali memiliki kesempatan bertemu orang baru. "Kita belajar dari setiap orang yang kita temui. Di mana pun kita berada dan dengan siapa pun kita bersama, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik apabila kita mau mendengarkan," katanya.
Duta Besar Oh menjelaskan bahwa pada awal terjadinya globalisasi semuanya sangatlah antusias, namun antusiasme ini perlahan berubah menjadi kekhawatiran dalam menghadapi permasalahan global. Dimulai dari ketidaksetaraan hingga perubahan iklim, banyak permasalahan global yang muncul karena globalisasi. la menjelaskan betapa pentingnya peran generasi muda dalam membentuk masa depan dunia.“Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk berkontribusi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan," ujarnya.

Komitmen President University Mencetak Pemimpin Masa Depan
Sebagai bagian dari komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan, President University terus memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing global lulusannya. Dalam kesempatan ini, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Dr. Lukman, mengatakan,“Saya bertanggung jawab atas 420 perguruantinggi. Dari jumlah tersebut, hanya 19 perguruan tinggi yang terakreditasi Unggul, dan President University merupakan salah satunya. President University juga telah masuk dalam pemeringkatan universitas kelas dunia, seperti QS dan Times Higher Education (THE)."
Pada kesempatan yang sama, Dr. Lukman juga menyerahkan Surat Keputusan Guru Besar kepada dua dosen President University, yaitu Prof. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. di bidang Manajemen Pemasaran dan Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja, S.E., M.M. di bidang Manajemen Strategi. Dengan penetapan tersebut, saat ini President University memiliki total 12 profesor. Diharapkan, dengan lahirnya dua guru besar ini, semakin banyak dosen President University yang terdorong untuk menyusul dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan dunia akademik di Indonesia.