INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ekonomi Kreatif Indonesia menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2025 dan mengukuhkan posisinya sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Pada Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Jakarta, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa capaian ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja sektor ekraf melampaui target berkat kolaborasi lintas pihak dan program akselerasi yang sistemik.

Advertisement

“Ekonomi kreatif bukan lagi sekadar potensi, melainkan tambang baru yang tumbuh dari daerah dan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi. Data dan kolaborasi yang kuat akan memastikan kebijakan kami tepat sasaran dan berdampak luas,” ujarnya.

Data menunjukkan nilai ekspor ekonomi kreatif Januari–Oktober 2025 mencapai 26,68 miliar dolar AS atau 11,96% dari ekspor nonmigas nasional. Realisasi investasi triwulan III tercatat Rp132,04 triliun (107% target RPJMN 2025), sementara tenaga kerja ekraf mencapai 27,4 juta orang. BPS juga mencatat kontribusi PDB ekraf 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional.

Advertisement

Menteri Ekraf menyebut penguatan kelembagaan turut mendorong capaian tersebut, ditandai dengan bertambahnya 19 provinsi serta puluhan kabupaten/kota yang membentuk dinas atau komite ekonomi kreatif, dan puluhan kerja sama strategis nasional maupun internasional.

“Dalam kurun waktu setahun terakhir, Ekraf mencatatkan kemajuan kelembagaan dengan bertambahnya 19 provinsi dan puluhan kabupaten/kota yang membentuk dinas/komite ekraf. Selain itu, puluhan kerja sama strategis dengan mitra nasional dan internasional telah ditanda tangani. Angka-angka tersebut menjadi bukti ekonomi kreatif mampu menjadi mesin baru pertumbuhan yang di mulai dari daerah dan tolok ukur implementasi Asta Ekraf kerangka strategi 8 klaster yang mengarahkan kebijakan dari aspek data, talenta, infrastruktur, hingga komersialisasi kekayaan intelektual,” ujarnya.

Advertisement

Sepanjang 2025, Kementerian Ekraf menjalankan berbagai program strategis seperti Tekoteh, Rindekraf 2026–2045, Desa Kreatif, Emak-Emak Matic/GenMatic, hingga Wonder Voice of Indonesia, serta memperluas kerja sama internasional, termasuk MoU dengan Pemerintah Perancis.

“Di tingkat global, kami terus memperkuat kerja sama internasional, salah satunya melalui MoU dengan Pemerintah Perancis, dalam kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia,” ujar Menteri Ekraf.

Advertisement

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menegaskan peran kementerian sebagai fasilitator bagi pelaku ekraf yang telah diakui dunia.

“Karena komitmen kita dari awal adalah mempergunakan produk lokal guna mendorong ekonomi kreatif. Dari semua hexahelix yang ada juga harus bareng-bareng mendorong karena produk ekonomi kreatif itu bukan hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara,” ungkapnya.

Sebagai kementerian baru, Kementerian Ekraf meraih predikat “Informatif” Keterbukaan Informasi Publik dari KIP. Ke depan, pemerintah menyiapkan Program Strategis Ekraf 2026 berbasis empat pilar utama: investasi, ekspor, tenaga kerja, dan pertumbuhan PDB, termasuk penyelenggaraan WCCE 2026, akselerasi ekspor kreatif, penguatan talenta, serta penerbitan Perpres Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045 untuk memastikan ekonomi kreatif menjadi bagian integral pembangunan nasional.