INDUSTRY.co.id - Jakarta, Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Senin 22 Desember 2025. RAT ini menjadi forum tertinggi koperasi untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dan strategi ke depan dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional.

Sekretaris Umum INKOPPAS, Andrian Lamemuhar, dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan perwujudan demokrasi ekonomi, transparansi, dan amanah anggota sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

“Rapat Anggota Tahunan adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Forum ini mencerminkan komitmen kita terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan amanah anggota Induk koperasi Pedagang Pasar di seluruh Indonesia,” ujar Andrian.

Ia melaporkan bahwa RAT dihadiri oleh 12 Koperasi Pasar (KOPPAS) dan Pusat Koperasi Pasar (PUSKOPPAS) sebagai anggota INKOPPAS, serta 28 peninjau dari koperasi pedagang pasar. RAT juga dilaksanakan secara hybrid untuk memastikan partisipasi anggota dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, kehadiran fisik dan daring menunjukkan soliditas dan ketangguhan gerakan koperasi pasar dalam menghadapi dinamika ekonomi yang penuh tantangan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum INKOPPAS, Yudianto Tri, menekankan pentingnya transformasi koperasi pasar melalui modernisasi dan digitalisasi agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Modernisasi dan digitalisasi bukan pilihan, tetapi keharusan. Semua Koperasi Pasar (KOPPAS) harus mulai membiasakan diri menggunakan teknologi dalam pengelolaan usaha agar koperasi benar-benar menjadi penggerak kesejahteraan pedagang pasar,” tegas Yudianto.

Ia menjelaskan bahwa INKOPPAS mendorong koperasi pasar untuk terlibat langsung dalam pengelolaan berbagai unit usaha di pasar, seperti manajemen pelanggan (CRM), perparkiran, keamanan, hingga fasilitas MCK, bekerja sama dengan pengelola pasar daerah seperti PD Pasar Jaya dan BUMD pasar di daerah lainnya.

Selain itu, INKOPPAS juga menginisiasi kemitraan strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

“KOPPAS-KOPPAS kita dorong menjadi mitra dapur MBG. Pasar memiliki potensi besar, termasuk pemanfaatan kios atau area pasar yang belum terpakai,” jelasnya.

Dalam bidang kebencanaan, INKOPPAS bersama BNPB menggulirkan program "Pasar Tangguh Bencana", sebagai bentuk kesiapsiagaan dan solidaritas koperasi pasar terhadap dampak bencana alam.

“Kita tidak hanya hadir saat pasar masih berdiri, tetapi juga saat pasar hilang akibat bencana. Solidaritas koperasi adalah kekuatan kita,” ungkap Yudianto.

Pada kesempatan tersebut, INKOPPAS juga melantik Direktorat Advokasi dan Hukum untuk memberikan pendampingan hukum gratis bagi pedagang pasar serta mengumumkan kerja sama dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI dalam pembentukan "Kampus Pasar" sebagai sarana pendidikan berbasis pasar bagi pedagang, keluarga pedagang, dan masyarakat sekitar.

“Kampus Pasar ini adalah terobosan. Pasar tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga pusat edukasi. Di situlah koperasi hadir untuk mensejahterakan pedagang.” pungkas Yudianto.

RAT INKOPPAS Tahun Buku 2024 diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan peran koperasi pasar dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.