INDUSTRY.co.id-YOGYAKARTA – BATIN, startup kesehatan mental yang dikembangkan di Yogyakarta, resmi meluncurkan platform inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai ruang aman bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan kesehatan mental yang mudah diakses, dipersonalisasi, dan tersedia 24/7.
Platform yang dapat diakses melalui App Store dan juga Play Store ini hadir sebagai respons terhadap tingginya angka stres, kecemasan, dan depresi di kalangan Gen Z dan Millennials Indonesia. Dengan menggabungkan teknologi AI dan layanan psikolog profesional berlisensi, BATIN menawarkan solusi hybrid yang menjembatani kesenjangan akses layanan kesehatan mental di Indonesia.
BATIN didirikan oleh Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar, yang akrab disapa Gilang, seorang entrepreneur muda asal Yogyakarta. Perjalanan BATIN dimulai dari kisah personal sang pendiri yang kemudian menjadi fondasi empati dan inovasi dalam mengembangkan platform ini. "Kami ingin memastikan tidak ada lagi generasi muda yang merasa sendirian dalam menghadapi tantangan kesehatan mental mereka," ujar Gilang.
BATIN menghadirkan asisten kesehatan mental berbasis AI yang dapat membantu pengguna dengan berbagai tantangan umum seperti tekanan tugas kuliah, overthinking, hingga deadline kerja. Platform ini dirancang untuk memberikan dukungan yang nyaman dan membantu, dengan interaksi yang terasa seperti mengobrol dengan teman yang benar-benar memahami kebutuhan pengguna.
"AI kami dilatih khusus untuk memberikan dukungan yang dipersonalisasi dan responsif. Setiap percakapan dijaga privasi dan keamanannya," jelas Gilang. "Namun kami juga memahami bahwa ada kalanya pengguna memerlukan dukungan yang lebih mendalam, sehingga kami menyediakan layanan konseling dengan psikolog profesional berlisensi melalui aplikasi mobile kami."
BATIN menerapkan model layanan hybrid dengan kombinasi fitur gratis dan berbayar yang terjangkau. Layanan AI tersedia 24/7 tanpa waktu tunggu dan dengan respon instan, sementara sesi konseling profesional dapat dipesan dengan mudah melalui aplikasi mobile.
"Murah banget, bisa curhat kapan aja tanpa nunggu," ujar salah satu pengguna BATIN dalam testimoninya, mencerminkan komitmen platform ini untuk memberikan akses kesehatan mental yang inklusif.
Selain menyediakan layanan langsung, BATIN juga aktif dalam mengedukasi publik tentang pentingnya kesehatan mental melalui berbagai program seminar, webinar, dan konten edukatif. Upaya ini bertujuan untuk menormalisasi percakapan tentang kesehatan mental dan mengurangi stigma yang masih melekat di masyarakat.
Ke depan, BATIN menargetkan untuk memperluas kerja sama dengan institusi pendidikan, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan memastikan lebih banyak masyarakat Indonesia mendapatkan akses terhadap dukungan kesehatan mental yang mereka butuhkan. "Kami percaya bahwa kesehatan mental adalah hak setiap orang. Melalui teknologi dan kolaborasi, kami ingin menutup kesenjangan akses layanan mental di Indonesia," tutup Gilang.