INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Agro dalam mencari pasar baru bagi produk-produk industri makanana dan minuman di Eropa pada tahun ini akan berpartisipasi pada pameran ANUGA pada tanggal 7-12 Oktober 2017 di Koelnmesse, Cologne, Jerman.
Pameran ANUGA merupakan salah satu pameran makanan dan minuman Internasional terbesar du dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali.
Ditjen Industri Agro Kemenperin pertama kali mengikuti pameran ANUGA yaitu pada tahun 2015. Pada tahun 2015, Paviliun Indonesia dapat membukukan potensial transaksi sebesar US$ 2.444.700 dan transaksi on the spot sebesar US$ 11.642.000.
"Melihat tingginya buyer Internasional dan pencapaian potensial transaksi dan transaksi on the spot pada tahun 2015, kami memutuskan untuk berpartisipasi kembali pada event ANUGA tahun ini," ungkap Sekretaris Jenderal Direktorat Industri Agro Kemenperin, Enny Ratnaningtyas di saat acara konferensi pers pameran ANUGA di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (22/8/2017).
Ia menambahkan, pada tahun ini Pavilion Indonesia akan menempati hall 1 seluas 152 meter persegi yang diisi oleh 17 perusahaan makanan dan beberapa produk industri kecil dan menengah yang merupakan binaan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat.
"Produk-produk yang akan ditampilkan pada event ini adalah makanan ringan, permen, ikan olahan, bahan makanan baik organik dan non organik dan produk makanan hasil IKM," terangnya.
Dalam hal ini, Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).
"Mereka akan mempromosikan produk-produk IKM yang berkualitas tinggi seperti aneka snack khas Sumbar," tambah Enny.
Lebih lanjut, Enny mengungkapkan, melihat besarnya potensi transaksi dan transaksi on the spot pada tahun 2015, diharapkan target potensial buyer pada pameran ANUGA tahun ini dapat mencapai lwbih dari USD 3 juta dan transaksi on the spot mencapai lebih dari USD 12 juta.
Dengan mengikuti pelameran ANUGA, Enny berharap kedepannya produk makanan Indonesia dapat lebih dikenal di dunia Internasional dan diharapkan juga dapat mengisi pasar Internasional khususnya Eropa.
"Selain itu, melalui event ini diharapkan dapat mencari dan membuka peluang pasar non tradisional ke negara-negara kawasan Amerika, Eropa, Afrika dan Timur Tengah," pungkasnya.