INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kekayaan seni dan budaya yang tertuang dalam berbagai kain tradisional menjadi keunikan tersendiri bagi industri fesyen Indonesia. Berbicara tentang fesyen Indonesia, maka pasar akan berkenalan dengan 'fashion craft', yaitu produk fesyen yang diperkaya dengan nilai seni pekerjaan tangan.

Advertisement

Ini merupakan kekuatan industri fesyen Indonesia saat memasuki pasar fashion dunia, walapun membutuhkan waktu produksi yang berbeda dengan kecepatan industri fashion pabrikan pada umumnya.

Kementerian Perindustrian telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk memperkenalkan keunikan fesyen Indonesia ke dunia sekaligus meningkatkan ekspor TPT (Tekstil dan Produk Tekstil), salah satunya dengan mengikuti pameran di luar negeri.

Advertisement

Tahun ini, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Ditjen IKM) akan mengirim 9 label produk fashion di acara Collection Premier Moscow (CPM), sebuah fashion trade show yang berlangsung di Expocenter Fairground, Moskow pada 30 Agustus – 2 September 2017 mendatang.

"Paviliun Indonesia “The Heart of Fashion Craft” merupakan langkah nyata dari Kementerian Perindustrian untuk memperkenalkan industri fesyen Indonesia dengan fashion craft-nya yang mampu menembus pasar internasional," ungkap Sekretaris Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Eddy Siswanto saat acara Konferensi Pers pameran fesyen CPM Moskow 2017 di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Advertisement

Ia menambahkan, para pelaku industri tanah air diharapkan tidak lagi hanya berkutat sebagai pemain lokal melainkan juga membangun kapasitas untuk bersaing secara global. "Hal ini guna mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia dalam satu dekade ke depan," terangnya.

Menurut Eddy, dengan mengikuti ajang fashion trade show bertaraf internasional seperti CPM di Moskow, tentunya bukan saja untuk menarik perhatian para buyers dan media internasional, namun juga merupakan kesempatan untuk para pelaku industri fesyen Indonesia melihat peluang bisnis ready to wear internasional dan melakukan transaksi bisnis.

Advertisement

"Diharapkan terjadi sinergi antara para desainer untuk membuktikan kreativitas, dan menarik hati konsumen di negara mereka masing-masing," tambahnya.

Eddy berharap keikutsertaan Kementerian Perindustrian kali ini dapat lebih sukses dari tahun yang lalu. "Kami harapkan event tahun ini semua peserta mendapatkan order yang menguntungkan sehingga usahanya dapat berkembang, menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dan menghasilkan devisa bagi Indonesia," imbuhnya

Selain Kementerian Perindustrian, kehadiran “Indonesia the Heart of Fashion Craft” di CPM ini terealisasi juga atas dukungan Kementerian Perdagangan, BKPM, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, PT Telkom Indonesia, dan PT Telkomsel.

Lebih lanjut, Eddy mengungkapkan, ini menjadi bukti itikad baik banyak pihak agar industri fesyen Indonesia dapat diperhitungkan di pasar internasional.

"Dengan struktur industri yang lebih mapan agar ke depannya industri fashion craft Indonesia dapat membangun bisnis yang lebih kompetitif serta berkembang ke pecinta fashion dunia dengan konsisten," pungkasnya.