INDUSTRY.co.id - Jakarta - Upaya meningkatkan literasi keuangan dan ketahanan usaha perempuan pelaku UMKM di Indonesia mencapai babak baru melalui peluncuran UMKM Pintar, platform pembelajaran digital hasil kolaborasi SeaBank Indonesia dan Women’s World Banking (WWB). Inisiatif ini hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM akan akses edukasi finansial yang mudah dipahami, relevan, dan dapat diterapkan langsung dalam pengembangan usaha.

Peluncuran UMKM Pintar didukung oleh para pemimpin institusi strategis, termasuk Kementerian UMKM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan besarnya komitmen nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi inklusif.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menjelaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, tantangan seperti minimnya riwayat kredit yang memadai dan rendahnya literasi keuangan masih menghambat akses pembiayaan. “Platform UMKM Pintar hadir menawarkan solusi dengan menyediakan pembelajaran yang terstruktur, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil,” ujarnya.

Dukungan terhadap pemberdayaan perempuan juga disampaikan Deputi Menteri Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih. Ia menegaskan bahwa perempuan memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan komunitas. “UMKM Pintar memberikan ruang aman bagi perempuan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian,” jelasnya.

Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia, Junedy Liu, menyoroti tantangan UMKM di era digital, mulai dari pencatatan keuangan yang masih informal hingga minimnya pemanfaatan layanan keuangan formal. Menurutnya, edukasi yang tepat merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM. “Melalui platform ini, SeaBank ingin membantu UMKM mengelola keuangan secara lebih profesional dan membangun ketahanan finansial yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Regional Women’s World Bank Asia Tenggara, Angelique Timmer, menambahkan bahwa inklusi keuangan merupakan elemen fundamental dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Berdasarkan riset WWB pada 2023, hanya 44 persen wirausaha perempuan yang mampu bertahan dalam kurun 3–5 tahun. “Edukasi, pendampingan, dan akses modal memiliki peran yang sama pentingnya. UMKM Pintar menghadirkan semuanya dalam satu platform,” tegasnya.

UMKM Pintar menyediakan beragam modul interaktif, mulai dari pengelolaan keuangan usaha hingga strategi digitalisasi, yang dirancang dengan pendekatan berbasis gender dan konteks lokal. Dengan konten yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja, perempuan pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya secara berkelanjutan.

Ratusan pelaku UMKM perempuan dari berbagai sektor hadir secara luring maupun daring dalam peluncuran ini, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap solusi pembelajaran digital yang mendukung pertumbuhan usaha. Para pelaku UMKM khususnya perempuan wirausaha, dapat mengakses UMKM Pintar melalui www.umkmpintar.id.