INDUSTRY.co.id - Bekasi – Bosch, perusahaan teknologi dan layanan global asal Jerman, resmi memulai pembangunan fasilitas manufaktur terbarunya di Deltamas Industrial Estate, Cikarang, Kabupaten Bekasi. 

Advertisement

Pabrik ini dirancang dengan konsep modular, pertama kalinya dalam operasi global Bosch, dan menjadi tonggak baru dalam perluasan industri otomotif serta komponen teknologi di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyebut pembangunan pabrik tersebut sejalan dengan Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) serta transformasi industri menuju Making Indonesia 4.0.

Advertisement

“Pembangunan fasilitas ini menunjukkan kepercayaan kuat investor asing terhadap potensi Indonesia sebagai pusat manufaktur. Kami berharap Bosch terus menjadi mitra strategis dalam penguatan industri nasional dan peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), khususnya untuk komponen berteknologi tinggi pada kendaraan bermotor,” ujar Setia Diarta saat menghadiri seremoni peletakan batu pertama, Rabu (19/11).

Dirinya menyampaikan bahwa program LCEV telah menarik investasi Rp22,37 triliun dari 15 perusahaan, melibatkan 274 industri komponen lokal, dengan total produksi 878 ribu unit kendaraan rendah emisi sejak 2022.

Advertisement

“Dengan kehadiran pabrik baru Bosch, kami berharap kontribusi signifikan dalam pemenuhan TKDN untuk kendaraan listrik (BEV) dan lokalisasi komponen bagi kategori hybrid dan PHEV,” ujarnya.

Pabrik baru ini dibangun di lahan seluas 82.000 meter persegi dengan investasi tahap awal sekitar 25 juta Euro (setara lebih dari Rp450 miliar), menggantikan fasilitas Bosch sebelumnya di Cikarang. Fasilitas tersebut akan memproduksi komponen otomotif seperti electronic control units (ECUs), engine cooling fans (ECF), serta produk teknologi bangunan.

Advertisement

Tahap pertama pembangunan ditargetkan selesai pada kuartal I - 2027, sekaligus memperluas kapasitas produksi secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan regional.

President of Bosch for Asia Pacific South, Vijay Ratnaparkhe, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam portofolio global Bosch.

“Pasar mobilitas yang kuat, tenaga kerja yang dinamis, dan ekonomi yang tangguh menjadikan Indonesia bagian penting dari strategi global Bosch. Produksi lokal-for-local akan membuat bisnis kami lebih lincah dalam merespons perubahan permintaan dan peluang pertumbuhan,” ujarnya.

Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, menegaskan bahwa konsep modular yang diterapkan di pabrik baru memungkinkan berbagai unit bisnis beroperasi dalam satu kawasan dengan fleksibilitas tinggi.

“Ini bukan sekadar perluasan kapasitas, tetapi transformasi cara kami beroperasi. Unit bisnis dapat memperluas atau membangun lini produksi dengan cepat sesuai kebutuhan. Semua operasional ke depan akan dikelola oleh talenta lokal,” jelasnya.

Bosch juga akan mengembangkan pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, termasuk transfer teknologi manufaktur tingkat lanjut berbasis Industri 4.0.

Investasi Bosch hadir di tengah pertumbuhan positif sektor manufaktur Indonesia. Pada Triwulan III - 2025, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,54% YoY, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi sebesar 17,39% terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja 20,31 juta orang.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa pembangunan pabrik ini menjadi simbol penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

“Ini lebih dari sekadar pabrik. Ini representasi komitmen terhadap kualitas, keandalan, dan inovasi Jerman. Bosch menunjukkan bagaimana ‘Made in Germany’ dapat berjalan berdampingan dengan ‘Made in Indonesia’,” ujarnya.

Ia juga menilai penyelesaian negosiasi Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) akan membuka peluang investasi baru dan memperkuat rantai pasok industri kedua belah pihak.

Bosch memastikan pabrik ini baru awal dari ekspansi jangka panjang di Indonesia. Setelah rampung sepenuhnya, fasilitas tersebut akan menawarkan opsi penyewaan untuk mitra eksternal serta memperluas produksi lintas sektor melalui model modular yang adaptif.