INDUSTRY co.id - Yogyakarta - Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah World Ceramic Tiles Forum (WCTF) 2025, ajang pertemuan bergengsi para pelaku industri ubin keramik dunia yang digelar di Yogyakarta pada 10–12 November 2025.
Tahun ini menjadi momen penting bagi industri keramik nasional, setelah Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) sukses dua kali menjadi penyelenggara, yakni pada 2010 di Jakarta dan 2022 di Bali.
“Keberhasilan tersebut mengukuhkan peran Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri keramik di kawasan Asia,” kata Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto di Yogyakarta, Senin (10/11).
Forum yang akan diikuti oleh 5 peserta dari 12 negara ini dihadiri oleh para produsen terkemuka dan asosiasi industri keramik dunia. Dalam forum tersebut, para peserta akan membahas beragam isu strategis, mulai dari ketersediaan energi dan bahan baku, pengembangan sumber daya manusia, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan di industri keramik global.
Forum Internasional Bergengsi bagi Industri Keramik Dunia
Didirikan pada tahun 1994 di Brussel, Belgia, World Ceramic Tiles Forum (WCTF) merupakan ajang tahunan yang berfungsi sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi antar asosiasi industri keramik dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang penting untuk bertukar wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat ketahanan industri ubin keramik global.
Partisipasi Indonesia dalam forum ini mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat posisi industri keramik nasional di pasar internasional. Melalui ASAKI, Indonesia berperan aktif dalam mendorong kolaborasi global, sekaligus menampilkan potensi besar industri ubin keramik dalam negeri.
“Kehadiran kembali Indonesia sebagai tuan rumah menunjukkan pengakuan dunia terhadap kapasitas dan daya saing industri keramik nasional,” ujar perwakilan ASAKI dalam keterangan resmi.
Dorong Ketahanan dan Daya Saing Industri Keramik Nasional
Forum tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempromosikan inovasi teknologi, efisiensi energi, serta praktik industri berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama internasional dalam penelitian, pengembangan produk, dan peningkatan kapasitas SDM.
Sebagai tuan rumah, Indonesia tidak hanya memperlihatkan kemajuan di sektor manufaktur ubin keramik, tetapi juga menegaskan kesiapan dalam menyelenggarakan event industri berskala global.
“Melalui forum ini, kita dapat memperkuat kolaborasi internasional dan menunjukkan bahwa industri keramik Indonesia mampu bersaing, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga global,” kata Ketua Umum ASAKI.
Dengan pelaksanaan WCTF ke-32 di Yogyakarta, Indonesia diharapkan semakin memperkokoh perannya sebagai pilar penting dalam rantai pasok industri keramik dunia dan menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan Asia Tenggara.