INDUSTRY.co.id , Jakarta - Pada tahun ini, Produsen minyak sawit Minamas Plantation menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) sawit meningkat 12% menjadi 2,97 juta ton dari realisasi tahun lalu yaitu sebesar 2,6 juta ton.
"Pada 2015, perusahaan hanya melakukan sedikit pemupukan karena cuaca yang sangat kering membuat efektivitas pemupukan berkurang. Hal itu menyebabkan panen merosot hingga 19%," kata Head Plantation Operations Minamas Plantation, Roslin Azmy Hassan kepada pers di Jakarta, Senin (21/8/2017).
Menurut Roslin, seiring dengan El Nino yang mereda, produksi TBS terus membaik pada 2016 sampai paruh pertama tahun ini. "Cuaca pada tahun ini lebih bagus dari pada periode 2015/2016 yang terkena dampak iklim El Nino," ujar Roslin.
Dengan cuaca yang tidak ekstrem, lanjut Roslin, pupuk dapat diserap oleh tanaman. Dari produksi TBS 2,7 juta ton, sebanyak 23 pabrik kelapa sawit milik perseroan menghasilkan 723.724 ton minyak sawit mentah (CPO). "Curah hujan selama 18 bulan yang didapat banyak menyokong produksi TBS," ujar Roslin.
Di Indonesia, total area lahan yang dimiliki anak usaha perusahaan Malaysia Sime Darby itu mencapai mencapai 273.331 hektare (ha). Dari jumlah itu, sebanyak 202.302 ha sudah tertanam.
Perkebunan sawit Minamas tersebar di delapan provinsi, yakni Aceh, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi.
Total pabrik yang dikelola mencapai 23 unit yang tersebar di areal operasional perkebunan. Tahun lalu, produksi minyak sawit Minamas berjumlah 723.724 metrik ton pada periode Juli 2016 sampai Juni 2017, kontribusi perkebunan sawit perusahaan tersebut terhadap produksi perusahaan induk sekitar 30%.