INDUSTRY.co.id - Jakarta — Siapa sangka, dari tugas kuliah bisa lahir bisnis kuliner yang menggugah selera. Itulah yang dibuktikan oleh Theofilus Rafhael Purnama, mahasiswa BINUS Business School jurusan Business Creation, yang berhasil mengubah tahu goreng biasa menjadi camilan berkonsep modern bernama Goerih Tahu Crispy.

Berawal dari ide sederhana di kelas, Theo melihat peluang besar di balik camilan rakyat: gorengan. 

“Semua orang suka gorengan, dari pelajar sampai pekerja kantoran. Dari situ, ia bertekad menciptakan produk yang familiar tapi punya rasa dan tampilan yang lebih “naik kelas," ujarnya.

Tahu Crispy dengan Racikan Rahasia

Dari berbagai jenis gorengan, Theo memilih tahu karena mudah dijangkau semua kalangan dan punya potensi besar untuk dikreasikan. Ia kemudian meracik tepung crispy buatan sendiri yang kini jadi identitas khas Goerih Tahu Crispy.

Teksturnya yang kriuk dan bumbunya yang variatif membuat Goerih cepat menarik perhatian. Selain varian signature “Goerih”, ada juga versi pedas seperti Bojrot (dengan chili oil) dan Gojrot, yang menghadirkan sensasi tahu gejrot dengan sentuhan daun wansui.

Dari Event ke Outlet, Belajar dari Kegagalan

Awalnya, Goerih hanya dijajakan di berbagai event kampus. Namun, berkat respon positif, Theo berani membuka outlet di Rans Nusantara Hebat, proyek kuliner yang digagas Raffi Ahmad dan Kaesang Pangarep.

Empat bulan pertama bisnis berjalan lancar, tapi kemudian penjualan menurun seiring berhentinya operasional pusat kuliner tersebut. “Dari situ saya belajar pentingnya ketahanan dan keyakinan pada produk sendiri,” ungkap Theo. 

Kini, Goerih banyak hadir di event sekolah dan kampus, sekaligus mengincar pasar pekerja kantoran yang mencari camilan cepat saji namun tetap lezat.

Ilmu dari Business Creation Jadi Bekal Nyata

Theo mengakui peran besar program Business Creation BINUS Business School dalam membentuk pola pikir wirausahanya. Dengan paduan teori dan praktik langsung, ia belajar bagaimana merancang, menjalankan, dan mempertahankan bisnis di dunia nyata.

“Dosen-dosen seperti Pak Miko dan Pak Yossa Setiadi banyak memberi contoh konkret dan koneksi yang bisa langsung diterapkan. Dari situ saya belajar kalau teori bisnis bisa jadi pegangan penting dalam mengambil keputusan," papar Theo.

Tantangan dan Mimpi Besar Goerih

Meski sukses dikenal di kalangan anak muda, Goerih masih menghadapi tantangan, terutama soal pasokan tahu dari pabrik yang belum selalu konsisten. Theo pun berencana mendirikan pabrik tahu sendiri agar kualitas bisa terjaga dan nilai bisnis meningkat saat mengembangkan model franchise.

Visinya sederhana tapi besar: menjadikan Goerih sebagai brand camilan crispy yang bisa dinikmati di berbagai kota di Indonesia.

Pesan untuk Generasi Bisnis Muda

Untuk mahasiswa dan calon entrepreneur lainnya, Theo berpesan: “Mulai dulu aja. Coba hal kecil, jangan takut gagal. Dari situ kita belajar dan berani melakukan hal-hal yang lebih besar," pesannya.

Theo sendiri memulai Goerih tanpa gerobak hingga kini memiliki usaha yang terus berkembang. Dari pengalaman itu, ia membuktikan bahwa keberanian memulai lebih berharga daripada sekadar merencanakan.

Dari Kampus ke Dunia Bisnis Nyata

Goerih menjadi bukti bahwa ide sederhana bisa berubah menjadi bisnis menjanjikan jika dikemas dengan inovasi dan konsistensi. Dari ruang kuliah hingga dunia usaha, Theo berhasil membawa tahu goreng ke level baru: tetap sederhana, tapi dengan rasa yang tak terlupakan.

Ingin mengikuti jejak Theo? Yuk, kembangkan ide bisnis dan pelajari langsung dari para praktisi lewat program Business Creation di BINUS Business School — tempat lahirnya generasi wirausaha masa depan Indonesia.