INDUSTRY.co.id - Jakarta, Mitra Visual Group (MVG), perusahaan besar yang bergerak di bidang Audio, Video, dan Lighting (AVL) di Indonesia, tampil memukau dalam ajang PRO AVL 2025 yang digelar pada 9–11 Oktober 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Partisipasi ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen MVG dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional, khususnya di sektor event dan visual.

Advertisement

Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, industri pameran dan event ternyata tetap menunjukkan geliat positif. MVG mencatat capaian menggembirakan, dengan pertumbuhan bisnis lebih dari 60% hingga Oktober 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi sinyal kuat bahwa potensi pasar di sektor ini masih sangat terbuka dan menjanjikan.

“Sebagai perusahaan yang berperan sebagai principal dan distributor, kami terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat di bidang industri kreatif—khususnya perlengkapan event, lighting, dan efek visual. Salah satu langkah strategis kami adalah mendirikan pabrik di Surabaya, yang mulai beroperasi sejak pertengahan Juli kemarin,” ujar Adhimas Yudha, selaku General Manager Mitra Visual Group.

Advertisement

Dengan adanya fasilitas produksi lokal ini, MVG mampu mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pasar. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi waktu dan biaya, karena sebelumnya banyak produk harus diimpor dari luar negeri.

“Dengan adanya pabrik ini, kami dapat memproduksi langsung sesuai kebutuhan pasar. Hal ini mempersingkat waktu tunggu dan menurunkan biaya, karena sebelumnya banyak barang harus diimpor dari luar negeri menggunakan kontainer yang memakan waktu dan biaya besar," tambahnya.

Advertisement

Adhimas menegaskan bahwa produk MVG tetap mengedepankan kualitas dan memenuhi standar internasional, mulai dari struktur, katup, hingga sistem kontrol. Produksi dalam negeri juga memungkinkan perusahaan menawarkan harga yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan mutu.

“Kami juga memastikan bahwa produk-produk kami memenuhi standar internasional, baik dari sisi struktur, katup, hingga sistem kontrol. Dengan produksi dalam negeri, kami dapat memberikan harga yang lebih kompetitif, namun tetap menjaga kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Advertisement

MVG saat ini telah mendominasi pasar di wilayah timur Indonesia, termasuk Kalimantan hingga Jayapura. Pertumbuhan industri event di kawasan tersebut menjadi peluang besar yang langsung disambut dengan strategi bisnis yang adaptif.

“Saat ini, sekitar 75% pasar kami berada di wilayah timur Indonesia, mulai dari Kalimantan hingga Jayapura. Kami melihat bahwa di wilayah ini industri event dan visual terus berkembang. Oleh karena itu, kami hadir sebagai solusi one-stop, menyediakan berbagai kebutuhan seperti lighting, struktur panggung, hingga efek-efek khusus seperti confetti, bubble machine, dan lain sebagainya. Untuk produk terbaru yang ditonjolkan di pameran ini adalah LED Transparan.m," terangnya.

Keuntungan lain dari produksi lokal adalah fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan khusus konsumen.

“Keuntungan dari produksi lokal adalah kemampuan untuk menerima pesanan custom. Konsumen bisa langsung datang ke pabrik kami di Surabaya, menentukan ukuran dan kebutuhan mereka, lalu langsung kami produksi di tempat. Ini mempercepat proses, karena tidak perlu lagi menunggu kiriman dari luar negeri yang bisa memakan waktu hingga 60 hari. Sekarang, waktu tunggu kami hanya sekitar 25–30 hari," sambung Adhimas.

Biaya produksi juga menjadi lebih efisien, sehingga berdampak pada harga jual yang lebih kompetitif di pasar.

“Secara biaya pun lebih efisien—bahkan bisa hemat hingga 40%. Misalnya, dalam satu kontainer hanya bisa muat 10–20 kubik barang jadi, sementara kalau dalam bentuk bahan baku, bisa muat sampai 100 kubik. Ini tentu menurunkan biaya per produk secara signifikan,” ujarnya.

Pasar MVG juga mulai merambah ke luar negeri, termasuk Timor Leste, dengan dukungan terhadap berbagai kebutuhan hotel dan event organizer lokal.

“Kami juga mulai dikenal di pasar luar negeri, seperti Timor Leste. Di sana, kami mendukung kebutuhan hotel dan penyelenggara event lokal. Harga produk kami bervariasi, tergantung spesifikasi, mulai dari Rp13 juta, tergantung dari jenis pixel dan ukurannya. Kami juga memiliki produk LED P3.9, yang cocok untuk pelaku usaha pemula di bidang event," jelasnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, MVG menegaskan posisi mereka bukan sebagai penyedia jasa rental, melainkan sebagai distributor dan produsen.

“Perlu ditekankan bahwa kami bukan perusahaan penyewaan (rental), melainkan murni sebagai penjual dan distributor. Kami menjaga komitmen untuk tidak bersaing dengan mitra kami yang bergerak di bidang rental. Justru, kami mendukung mereka dengan menyediakan produk berkualitas tinggi dan layanan purna jual yang baik. Kami juga bisa 'buy back' produk lama yang sudah dibeli customer untuk di-upgrade ke tipe yang terbaru," jelas Adhimas.

Salah satu kekuatan MVG adalah komunitas aktif yang mereka bangun dan rawat untuk mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Kami memiliki grup komunitas WhatsApp yang berisi lebih dari 450 pelaku industri, tempat kami saling berbagi informasi, menyelesaikan masalah, dan saling support. Salah satu komunitas aktif ini menjadi bagian dari strategi kami untuk tumbuh bersama," tambah Adhimas.

Adhimas menutup wawancara dengan menegaskan filosofi bisnis MVG yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, melainkan pada pembangunan ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan.

“Nilai yang kami tawarkan bukan sekadar menjual produk, tapi membangun ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi, kami dan mitra dapat tumbuh bersama. Setiap ada kendala atau kebutuhan, kami siap hadir dan memberikan solusi. Itulah semangat yang kami bawa: 'Partner adalah bagian dari bisnis kita, Partner maju, kita juga maju sebagai Penyedia. Bukan hanya jualan, tapi membangun masa depan industri event dan visual Indonesia.’” ujarnya.