INDUSTRY.co.id, Jakarta - Riset global yang dilakukan International Workplace Group (IWG) mengungkap bahwa 88% Chief Human Resources Officer (CHRO) merasa pengaruh mereka kini berada pada puncaknya. Temuan ini menegaskan bahwa peran CHRO semakin krusial dalam mendorong kesuksesan bisnis dan pengambilan keputusan strategis.
Dalam survei terhadap lebih dari 1.000 CHRO di Amerika Serikat dan Inggris, 96% responden menilai peran mereka berdampak signifikan pada profitabilitas perusahaan. Selain itu, 95% menyebut pengaruh besar pada produktivitas, rekrutmen, serta retensi jangka panjang talenta, dan 94% menyatakan perannya penting dalam membentuk budaya kerja.
Tidak hanya itu, 81% CHRO melaporkan bahwa mereka kini bekerja lebih dekat dengan jajaran eksekutif (C-suite) dibanding sebelumnya. Pergeseran ini mencerminkan lanskap bisnis yang berkembang, di mana kesejahteraan karyawan (64%), perekrutan talenta terbaik (64%), peningkatan produktivitas (58%), dan kepatuhan kebijakan (53%) menjadi fokus utama pemimpin perusahaan.
Laporan McKinsey menunjukkan bahwa CHRO kini semakin diakui sebagai penasihat terpercaya CEO dalam menyelaraskan manajemen talenta dengan tujuan organisasi. Bahkan, riset Harvard Business Review menilai CHRO memiliki potensi menjadi penerus CEO berkat pandangan menyeluruh dan keterampilan kepemimpinan mereka.
Sebanyak 89% CHRO menyatakan diri mereka sebagai penasihat senior yang dapat diandalkan bagi CEO atau pimpinan bisnis. Fokus utama mereka, seperti rekrutmen kandidat berkualitas (58%), retensi talenta jangka panjang (58%), dan kesejahteraan karyawan (56%), terbukti selaras dengan tujuan bisnis.
Riset IWG juga menegaskan pentingnya kerja fleksibel dalam menciptakan tenaga kerja yang produktif dan loyal. Empat dari lima CHRO (81%) menyebut fleksibilitas kerja sebagai kunci mempertahankan talenta terbaik. Data tambahan menunjukkan bahwa 72% eksekutif yang menerapkan sistem kerja fleksibel mengalami peningkatan produktivitas pada 2024.
Namun, 66% CHRO memperkirakan retensi talenta akan menurun jika perusahaan tidak menyediakan opsi kerja fleksibel. Sebaliknya, organisasi yang mengadopsi kebijakan kerja lebih fleksibel diprediksi akan mengalami peningkatan retensi hingga 70%.
Mark Dixon, CEO International Workplace Group Plc, menegaskan bahwa kerja hibrida dan berbasis platform bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi kebutuhan strategis agar bisnis dapat bersaing.
“Dengan mengadopsi model kerja fleksibel, perusahaan mampu meningkatkan produktivitas, menarik, dan mempertahankan talenta terbaik, sekaligus menciptakan tenaga kerja yang lebih bahagia. CHRO berada di garis depan transformasi ini, memastikan bahwa kerja hibrida tidak hanya mendukung kesejahteraan karyawan tetapi juga mendorong kesuksesan bisnis jangka panjang,” ungkapnya.
International Workplace Group (IWG) merupakan penyedia platform kerja di dunia yang membantu perusahaan dari berbagai skala bekerja lebih produktif dan menguntungkan. IWG menghadirkan nilai personal, finansial, dan strategis bagi beragam perusahaan ternama, organisasi global, individu, hingga generasi pemimpin industri masa depan. Seluruhnya memanfaatkan kekuatan platform IWG untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kelincahan, dan kedekatan pasar mereka.
Jaringan IWG mencakup lebih dari 4.000 lokasi di 120 negara, dengan 83% perusahaan yang tergabung dalam daftar Fortune 500 menjadi bagian dari basis pelanggan yang terus berkembang. Merek-merek IWG seperti Regus, Spaces, HQ, dan Signature melayani jutaan orang dengan menyediakan ruang kerja profesional, inspiratif, dan kolaboratif, serta layanan digital yang dapat diakses melalui aplikasi IWG.