INDUSTRY.co.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan beberapa BUMN Karya mulai membangun sekolah sementara di 13 lokasi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Provinsi Aceh.

Sebanyak 12 sekolah berada di Kabupaten Pidie Jaya yaitu, SD Mesjid, SMPN Tampui, SDN Tampui, PAUD Bunda Kasih, SDN Peulandok yang berlokasi di Kecamatan Trienggading; SMKN 1, MIN (Madrasah) Paru, SMPN 3, SDN Jiem Jiem berlokasi di Kecamatan Bandar Baru, SDN Malem Dagang di kecamatan Ulim; SMPN 2 di Kecamatan Pante Raja; dan SMKN 1 di Kecamatam Bandar Dua; sedangkan SMPN 1 Kecamatan Samalanga berada di Kabupaten Bireun.

"Jadi mulai besok (hari ini) kami sudah mulai bekerja di lokasi dengan program kerja utama adalah menyiapkan sekolah sementara", tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga yang bertindak sebagai Ketua Satgas Infrastruktur untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat gempa di Pidie Jaya.

Data BNPB per tanggal 21 Desember menunjukan bahwa terdapat 95 sekolah negeri dan madrasah yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan. Dari 95 lokasi tersebut, 13 diantaranya telah dilakukan pembersihan oleh TNI. 

Untuk itu Bupati Pidie Jaya Ayyub Abbas mengirim surat kepada Menteri PUPR, yang pada prinsipnya memohon bantuan teknis untuk penanganan sekolah-sekolah tersebut. Berdasarkan surat tersebut, kemarin (20/12) Kepala Balitbang Kementerian PUPR menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya untuk membahas lokasi tersebut dan perkembangan kondisi di lapangan.

Pertemuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan verifikasi teknis yang dilakukan oleh Dinas PU dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya yang didampingi oleh tim teknis dari Kementerian PUPR, BNPB dan BPKP untuk mengidentifikasi kerusakan dan memberikan rekomendasi.

Hasil rekomendasi menyatakan bahwa 13 sekolah tersebut membutuhkan sebanyak 101 ruangan kelas belajar (RKB) sementara, sambil menunggu perbaikan maupun pembangunan ruangan kelas permanen.

"Kegiatan belajar di sekolah akan dimulai pada awal Januari, mungkin belum selesai semuanya oleh sebab itu kami mohon bantuan BNPB untuk menyiapkan bantuan berupa tenda darurat agar anak-anak tetap bisa sekolah", tambah Danis.(iaf)