INDUSTRY.co.id - Jakarta, OSH Asia’s Summit (OAS) 2025 resmi digelar sebagai ajang penghargaan dan pertemuan bergengsi para pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari berbagai negara di Asia. Bertempat di PRAMA Sanur, Bali pada tanggal 27–28 Agustus 2025, kegiatan ini mengusung tema “OHS Maturity Commitment: Safety Investment, Sustainable Productivity” sebagai bentuk upaya memperkuat budaya K3 serta menekan angka kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan penyakit terkait kerja.
Setelah keberhasilan Indonesia Safety Excellence Award 2024, OAS 2025 hadir sebagai wadah strategis untuk menilai, mengapresiasi, dan mendorong penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di berbagai sektor industri. Proses penjurian dilakukan secara objektif, fair, dan independen oleh Dewan Juri yang terdiri dari para pakar nasional dan internasional di bidang K3, manajemen keselamatan kebakaran, manajemen rumah sakit, human capital, teknologi informasi, riset, dan inovasi.
Dalam ajang ini, terdapat dua kategori utama penghargaan: Individual Winner dan Corporate Winner. Untuk kategori Individual Winner, penghargaan diberikan antara lain untuk The Best CEO Committed in OSH Culture, The Best Leadership on OSH Culture, hingga The Best HSE Manager. Sementara itu, untuk kategori Corporate Winner, terdapat penghargaan seperti The Best OSH Award di berbagai sektor, The Best OSH Innovation, The Most Safety Culture Award, hingga The Best Program in Conscientious Effort in Maintaining Safety with Zero Accident Goals.
Para peserta yang terpilih sebagai finalis telah melalui tahap seleksi awal yang ketat, termasuk penilaian terhadap kinerja keuangan, implementasi K3, dan bukti publikasi. Dalam sesi penjurian daring, para peserta mempresentasikan komitmen mereka terhadap kematangan budaya K3, inovasi dalam penerapan K3, peningkatan produktivitas, partisipasi dalam pelatihan, serta dampaknya terhadap lingkungan kerja.
Ketua Dewan Juri OSH Asia’s Summit 2025, Supandi Syarwan, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas SDM di bidang K3.
“Kami berharap kegiatan ini memotivasi perusahaan untuk terus mengembangkan budaya K3 demi keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan produktivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara OSH Asia’s Summit 2025, Maya Julia, menegaskan bahwa kegiatan ini juga berperan sebagai forum kolaborasi regional.
“Kami ingin OSH Asia’s Summit menjadi wadah bertemunya para pemimpin, praktisi, dan inovator K3 dari seluruh Asia untuk saling bertukar pengetahuan, memperkuat jejaring, dan bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif,” tutur Maya.
Dengan dukungan dari kementerian terkait, media partner, dan lembaga konsultan manajemen, OAS 2025 diharapkan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran K3 di kawasan Asia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi dunia usaha melalui penerapan K3 yang efektif dan berkelanjutan.