INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages (PepsiCo Indonesia), produsen makanan ringan ternama seperti Lay’s, Cheetos, dan Doritos, resmi mengumumkan langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan di tahun pertama operasionalnya. 

Melalui kolaborasi dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO), Bali Waste Cycle (BWC), serta dukungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), PepsiCo Indonesia mulai menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR) guna memperkuat sistem pengelolaan sampah kemasan pascakonsumsi, khususnya plastik berlapis (multi-layered plastics/MLP).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi global PepsiCo Positive (pep+), yang menanamkan nilai keberlanjutan di setiap aspek operasional, mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi. Melalui inisiatif ini, PepsiCo menegaskan komitmennya dalam mendorong transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia.

Gabrielle Angriani Johny, Direktur Government Affairs and Corporate Communications PepsiCo Indonesia, menegaskan bahwa sejak awal berdiri, PepsiCo telah mengutamakan keberlanjutan.

“Kami berupaya mengurangi jejak lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan air, serta daur ulang sampah produksi. Tahun ini kami juga mulai bekerja sama dengan IPRO dan BWC untuk mengumpulkan serta mendaur ulang kemasan produk Lay’s, Cheetos, dan Doritos,” ujarnya.

Selain itu, PepsiCo Indonesia menjadi bagian dari Business Coalition for a Global Plastics Treaty, yang beranggotakan lebih dari 290 bisnis dan lembaga internasional dalam mendorong solusi pengelolaan plastik global.

IPRO sebagai mitra strategis telah berhasil mengelola lebih dari 19 ribu ton sampah kemasan sejak 2021 hingga 2024, termasuk 1.917 ton plastik berlapis. Material ini diolah menjadi produk bermanfaat seperti pallet warehouse, atap talang, hingga bahan baku kemasan baru.

Sementara itu, BWC berfokus pada pengolahan plastik bernilai rendah menjadi produk bernilai guna, mulai dari furnitur, perabot rumah tangga, hingga kaki palsu bagi penyandang disabilitas.

Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH, mengapresiasi langkah PepsiCo Indonesia.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran produsen sangat penting dalam mendukung implementasi EPR. Inisiatif PepsiCo, IPRO, dan BWC menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak menuju praktik ekonomi sirkular nasional,” tegasnya.