INDUSTRY.co.id - Jakarta – Mandiri Amal Insani (MAI) kembali menegaskan perannya sebagai katalis perubahan sosial dengan menyelenggarakan Public Expose tahunan bertema “Kolaborasi Membangun Kemandirian untuk Keberlanjutan yang Berkualitas”.
Acara yang berlangsung di Jakarta ini menjadi ruang reflektif dan akuntabel atas kiprah MAI dalam menggerakkan transformasi sosial berbasis zakat di Indonesia.
Sebagai lembaga zakat nasional yang terus berkembang, MAI memperlihatkan komitmennya dalam membangun kolaborasi strategis bersama donatur, mitra, dan masyarakat luas. Melalui pendekatan ini, MAI mendorong aksi nyata yang tak hanya responsif terhadap tantangan sosial, tetapi juga berorientasi pada sustainability atau keberlanjutan jangka panjang.

Dalam laporan tahunan yang dipaparkan, MAI mencatatkan lonjakan signifikan pada jumlah donatur, yakni mencapai 16.754 orang, meningkat 135% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini turut mendongkrak jumlah penerima manfaat yang mencapai 250.679 jiwa selama tahun berjalan.
Namun, tak sekadar mengejar kuantitas, MAI juga menekankan pendekatan selektif untuk memastikan kualitas dampak dan keberlanjutan program. Semua data tersebut diperkuat dengan hasil audit keuangan tahunan yang disampaikan secara terbuka, mencerminkan komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
Ketua Yayasan Mandiri Amal Insani, Bily Arkan, menegaskan bahwa kemandirian yang dibangun tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi.
“Ini tentang kapasitas sosial, daya tahan spiritual, dan mentalitas unggul. Dari sanalah muncul keberlanjutan yang berkualitas,” ungkapnya.
Bily juga menyoroti pentingnya regenerasi muzaki (pemberi zakat) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. MAI secara konsisten mengedukasi zakat kepada karyawan Bank Mandiri dan afiliasinya, dengan fokus pada generasi muda profesional.
Upaya ini menjadi strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Lebih jauh, MAI menempatkan zakat sebagai pendorong perubahan sosial yang sistemik, inklusif, dan terukur. Dengan landasan kolaboratif dan prinsip kemandirian, MAI tak hanya menghadirkan solusi karitatif, melainkan juga membentuk fondasi kuat untuk transformasi sosial berkelanjutan.
“Saya bangga atas pencapaian Laznas Mandiri Amal Insani. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan sinergi dari seluruh anggota yayasan, mitra, dan pendukung kami,” pungkas Bily Arkan.