INDUSTRY.co.id - Jakarta — Kebutuhan tenaga kerja yang memahami sistem ERP (Enterprise Resource Planning) di sektor retail dan manufaktur kian mendesak. Banyak perusahaan yang telah mengadopsi sistem ERP untuk mempercepat proses bisnis, meningkatkan efisiensi, dan menjaga akurasi data, namun belum didukung oleh SDM yang terampil mengoperasikan sistem ini. GETI Incubator menjawab tantangan ini melalui program Sertifikasi ERP – Manajemen Bisnis dan Retail berlisensi BNSP yang menekankan pada pengalaman praktis dan kesiapan kerja.

“Lulus dari sini, peserta siap kerja di perusahaan retail dan manufaktur,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator. Ia menegaskan bahwa kurikulum pelatihan dirancang tidak untuk mencetak akademisi ERP, melainkan operator, admin, analis, dan user fungsional yang langsung bisa menjalankan proses kerja berbasis sistem ERP.

Program ini menggunakan pendekatan ganda: simulasi operasional bisnis berbasis MonsoonSIM untuk memahami alur proses perusahaan secara menyeluruh, dan praktik langsung menggunakan sistem ERP Odoo yang banyak digunakan oleh perusahaan di Indonesia dan global. Kedua alat ini memberikan peserta pengalaman mendekati kondisi nyata di perusahaan retail dan manufaktur.

Laporan dari ASEAN Workforce Digital Readiness 2025 menunjukkan bahwa hanya 22% lulusan perguruan tinggi di bidang bisnis dan manajemen pernah berinteraksi dengan ERP sebelum masuk ke dunia kerja. Padahal, lebih dari 65% perusahaan di sektor retail dan manufaktur di Indonesia telah menggunakan sistem ERP atau berencana mengimplementasikannya dalam dua tahun ke depan.

Skema pelatihan di GETI mengikuti model TauBisaJago yang terdiri dari tiga tahapan. Di tahap “tau”, peserta dibekali pemahaman teoretis mengenai modul-modul ERP seperti penjualan, pembelian, inventaris, keuangan, dan SDM. Di tahap “bisa”, mereka menjalankan simulasi manajemen bisnis lewat MonsoonSIM serta praktik langsung di Odoo. Pada tahap “jago”, peserta mengikuti inkubasi satu bulan di mana mereka menyusun laporan proses ERP dan mengerjakan proyek bisnis simulatif secara tim, menyerupai sistem kerja di perusahaan sungguhan.

Program ini telah dijalankan melalui kerja sama dengan kampus-kampus seperti Universitas Raharja, UI Vokasi, Swiss German University, UPN, dan berbagai politeknik swasta. Kampus mitra ini juga mulai mengintegrasikan program ERP GETI sebagai bagian dari SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) untuk memperkuat daya saing lulusan.

Hingga pertengahan 2025, lebih dari 700 peserta telah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi ini. Banyak di antaranya diterima bekerja di divisi operasional, supply chain, dan administrasi ERP di perusahaan retail, pabrik makanan, hingga distributor logistik.

Rachmat menyebut bahwa kunci keberhasilan program ini adalah keseimbangan antara teori dan praktik. “Kami tidak ingin peserta hanya hafal menu di Odoo atau MonsoonSIM, tapi bisa menyusun alur kerja, memahami interaksi antar-departemen, dan menjalankan proses bisnis seperti di dunia nyata,” jelasnya.

Dengan semakin meluasnya implementasi ERP di sektor industri, program ini menjadi salah satu jalur strategis untuk mempersiapkan tenaga kerja muda yang siap terlibat langsung dalam transformasi digital bisnis Indonesia. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.