INDUSTRY.co.id - Kendal — Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) tengah bersiap untuk kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025. 

Berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Polifurneka merupakan satu-satunya politeknik vokasi negeri di Indonesia yang secara khusus berfokus pada industri furnitur. 

Kampus ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap terjun langsung ke dunia industri, khususnya sektor manufaktur furnitur nasional.

Diresmikan pada tahun 2018 dan disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian saat itu, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Pendidikan Tinggi dan Keterampilan Singapura, Ong Ye Kung. 

Polifurneka telah berhasil meluluskan 458 alumni hingga tahun 2024 lalu. Tiga program studi yang ditawarkan adalah Teknik Produksi Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur. 

Didukung fasilitas workshop furnitur terintegrasi, laboratorium gambar, serta laboratorium komputer, sistem pembelajaran di Polifurneka menerapkan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Untuk tahun ajaran baru periode 2025/2026 ini, Polifurneka menargetkan penerimaan mahasiswa baru sebanyak 220 orang.

Polifurneka percaya bahwa pendidikan vokasi harus terintegrasi dengan kebutuhan industri agar lulusan benar-benar siap menghadapi dunia kerja. Kolaborasi erat dengan pelaku industri menjadi elemen penting dalam kurikulum, guna memastikan setiap materi pembelajaran selaras dengan perkembangan sektor manufaktur furnitur. Sinkronisasi ini menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang relevan, adaptif, dan kompeten.

Sebagai bagian dari ekosistem KEK Kendal, Polifurneka memiliki akses langsung ke kawasan industri dan memainkan peran strategis dalam penyediaan tenaga kerja terampil. 

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum menyatakan bahwa kehadiran Polifurneka menjadi bagian penting bagi keberlanjutan kawasan.

“Keberadaan Polifurneka ini tentu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Politeknik ini secara langsung menjawab kebutuhan pelaku usaha akan tenaga kerja siap pakai, khususnya di sektor furnitur dan pengolahan kayu. Bagi kami, Polifurneka bukan hanya kampus vokasi, akan tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan industri,” kata Juliani dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).

Dengan pengalaman tujuh tahun dalam pendidikan vokasi berbasis industri, Polifurneka terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan nasional di bidang furnitur dan pengolahan kayu. 

Di tengah pesatnya perkembangan industri manufaktur, kehadiran Polifurneka menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan SDM yang terampil, relevan, dan siap bersaing di tingkat global.