INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Panca Tobacco Indonesia menggelar Grand Launching bersejarah dengan memperkenalkan 22 varian produk rokok terbaru yang diproduksi oleh 10 pabrik dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Peluncuran ini menjadi simbol komitmen perusahaan dalam menghadirkan “Rokok Sultan Harga Rakyat”, yaitu produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

Dalam sambutannya, Senwi, Direktur Utama PT Panca Tobacco Indonesia, menegaskan bahwa seluruh varian produk merupakan hasil kerja sama dengan pelaku UMKM tembakau lokal.

“Kami menggandeng UMKM dari berbagai daerah dan memodernisasi produksi mereka agar bisa bersaing secara sehat di industri. Jadi merokok enak itu tidak harus mahal,” ujar Senwi.

Dengan harga per bungkus hanya Rp9.700–Rp9.900, Panca Tobacco mendapat dukungan subsidi cukai dari pemerintah untuk produk kategori tier tiga. Hal ini menjadikan produk mereka lebih kompetitif di pasar nasional.

Adapun produk rokok yang diluncurkan seperti Poetri Original, Victory Grape Berry, Dewi Jambu, Nonie Apple, Sen Nusantara, Kartika Mangga, Mr Long Tobacco, Victory Bold (Filter), hingga Nonie Apple dan Nonie Mint.

Tidak hanya rokok konvensional, Panca Tobacco juga mulai merambah pasar rokok elektrik (e-cigarette) lewat Moti all variant sebagai respons terhadap tren konsumsi modern.

Untuk memperkuat branding, PT Panca Tobacco menggandeng Prisca Aprilia sebagai duta merek. Ia akan memperkenalkan produk melalui berbagai saluran termasuk media sosial pribadi.

“Saya akan promosikan produk ini di akun saya, @priscaAprilia99, agar masyarakat bisa lebih kenal dan mencobanya sendiri,” ungkap Prisca.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Panca Tobacco menggandeng distributor nasional seperti PT Indomarco Adi Prima, serta jaringan ritel Indomaret dan Indogrosir. Produk Panca Tobacco akan tersedia di toko grosir, kelontong, hingga ritel modern di seluruh Indonesia.

“Kami percaya diri bersaing dengan brand besar karena kualitas produk kami terjamin. Sekarang masyarakat bisa membeli produk kami di Indomaret atau Indogrosir,” kata Senwi.

Didirikan sebelum pandemi pada 2020, PT Panca Tobacco kini mengelola 10 pabrik UMKM dan merencanakan ekspansi hingga 2026. Fokusnya adalah menciptakan sistem produksi modern berbasis UMKM yang efisien dan berdaya saing nasional.

“Peluncuran ini adalah langkah awal kami untuk memperluas jangkauan, mendukung UMKM, dan menyediakan rokok berkualitas untuk semua kalangan,” tutup Senwi.