INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersama PT Toyota Astra Motor (TAM) menggelar ‘Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon’, sebuah pameran yang memamerkan solusi mobilitas hijau.
Mengusung tema ‘Mobilitas untuk Netralitas Karbon’, gelaran Beyond Zero menekankan kepada komitmen global Toyota untuk mencapai netralitas kabon dengan membuat ekosistem hijau masa depan berkelanjutan dengan cara mempertimbangkan keunikan lingkungan, industri dan kebijakan energi.
CEO Wilayah Asia, Masahiko Maeda mengatakan, Beyond Zero memperlihatkan dedikasi Toyota untuk mendorong batasan dalam inovasi, sekaligus mendorong pendekatan pragmatis dan holistik menuju ekosistem hijau dan rendah karbon.
“Gelaran ini juga menandai pencapaian penting dalam perjalanan Toyota Indonesia menuju mobilitas berkelanjutan,” kata Masahiko saat pembukaan Beyond Zero di Gambir Expo, Jakarta, Rabu (12/2).
Sementara itu, Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto menyebut bahwa Toyota Indonesia mengundang semua pihak untuk berpartisipasi dalam acara Beyond Zero dengan keterlibatan positif masyarakat Indonesia untuk membantu pemerintah mewujudkan Nett Zero Emission pada tahun 2060.
“Kami menyadari dengan target pengurangan emisi ini tidak bisa dicapai oleh satu pihak atau satu teknologi saja. Oleh karena itu, kami mengundang semua pihak untuk ikut terlibat mewujudkan target Nett Zero Emission,” ujar Nandi.
Dalam gelaran Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon, Toyota Indonesia menyajikan berbagai jenis kendaraan dan teknologi energi dengan strategi multi-pathway. Hal ini selaras dengan prinsip Toyota Indonesia yaitu “No One Left Behind”, semua teknologi berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pengurangan impor bahan bakar, dan juga membantu menjaga serta meningkatkan neraca perdagangan nasional.
“Hal ini jika dimanfaatkan secara optimal akan memberikan dampak positif pada industri otomotif dan rantai pasokannya yang padat karya, yang mempekerjakan lebih dari 300.000 pekerja dan sedang beradaptasi dengan teknologi otomotif masa depan yang lebih canggih,” terangnya.
Dikesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Trasportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta mengapresiasi langkah Toyota dalam mendukung upaya penurunan emisi.
“Gelaran acara ini membuktikan bahwa Toyota tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam membangun ekosistem industri yang berkalnjutan dan berdaya saing global,” kata Setia Diarta.
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia telah menetapkan target Nationally Determined Contribution (NDC) dengan tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 yaitu sebesar 31,89% dengan upaya sendiri, atau hingga 43,20% dengan dukungan internasional.
Dalam rangka mendukung hal tersebut, pemerintah dan Kementerian Perindustrian melanjutkan beberapa kebijakan antara lain, Pertama, pemberian fasilitas bea masuk dan PPnBM DTP untuk perusahaan industri yang sedang membangun fasilitas produksi atau mengembangkan lini produksi Kendaraan Bermotor Berbasis Baterai (KBLBB).
Kedua, perusahaan industri KBLBB roda empat eksisting diberikan PPN DTP tertentu sesuai capaian TKDN untuk kendaraan penumpang dan komersil.
Dan ketiga, pemberian PPnBM tertentu kepada jenis kendaraan ramah lingkungan (program LCEV) yaitu, LCGC/KBH2, Hybrid, BEV, fuel cell hydrogen, dan flexy engine menggunakan bioetanol, serta tambahan PPnBM DTP sebesar 3% bagi jenis kendaraan hybrid yang mengikuti program LCEV.
Dirjen ILMATE berharap gelaran Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon dapat menjadi wadah yang produktif untuk memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi.