INDUSTRY.co.id - Batam- Bank Indonesia optimis perekonomian Provinsi Kepulauan Riau masih bisa tumbuh pada triwulan III 2017, setelah jatuh cukup dalam pada triwulan II, hingga hanya 1,04 persen (yoy).
"Perekonomian Kepri triwulan III 2017 diperkirakan tumbuh pada kisaran 1,3 persen (yoy) hingga 1,7 persen (yoy)," kata Kepala Perwakilan BI Kepri, GUsti Raizal Eka Putra, Jumat (11/8/2017)
Perkiraan perumbuhan itu ditopang peningkatan investasi bangunan, khususnya realisasi proyek infrastruktur pemerintah.
Sejalan dengan investasi bangunan, investasi non bangunan yang tumbuh pada triwulan II 2017 diharapkan berlanjut pada triwulan depan.
Kinerja industri Kepri, khususnya elektronik dan olahan CPO juga berpotensi membaik, sejalan dengan semakin pulihnya permintaan dunia, terutama dari Tiongkok, Eropa dan AS.
"Dengan memperhitungkan realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I dan II 2017, secara total 2017, pertumbuhan ekonomi Kepri diperkirakan melambat 1,5 -1,9 persen (yoy)," kata Gusti.
Sementara itu, laju inflasi pada triwulan III 2017 diperkirakan meningkat dipengaruhi oleh peningkatan biaya sekolah, potensi kenaikan harga bahan makanan dan potensi penyesuaian tarif bahan bakat minyak oleh pemerintah.
Kenaikan biaya sekolah umumnya terjadi pada priode Juli-September, yaitu pada masa tahun ajaran baru dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.
Potensi kenaikan volatile food dipengaruhi faktor cuaca, curah hujan yang cukup tinggi dan gelombang tinggi yang dirasakan pada Juli memicu kenaikan hara ikan segar dan sejumlah komoditas sayuran.
Selain itu, pemerintah juga berpotensi menaikan harga bahan bakar minyak sebagai penyesuian terhadap harga minyak dunia.
"Secara total tahunan, inflasi Kepri 2017 diperkirakan masih dalam kisaran target inflasi nasional 4 persen plus minus 1 persen," kata Gusti. (Ant)