INDUSTRY.co.id-Diplomat Success Challenge (DSC) mendorong blue economic atau ekonomi biru yang belum maksimal digarap. Bentangan lautan Sabang sampai Merauke, potensi besar cerukan ekonomi yang jangan dilupakan.

Advertisement

Hal tersebut diungkapkan Edric Chandra Program Initiator DSC, saat berpartisipasi dengan memberikan sebuah sharing session yang mengangkat tema "Sustainable Partnership for Impact pada gelaran 19th Markplus Conference, Kamis (5/11/2024).

Menurut dia, roadmap atau peta jalan menuju Blue Economic baru dibuat oleh Badan Penanaman Modal (BKPM) sekitar setahun lalu atau tepatnya 2023. DSC menekankan pentingnya pendekatan yang berbasis pada aspek keberlanjutan, di mana setiap kolaborasi yang dilakukan tidak hanya mendatangkan nilai komersial, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

Katanya, dengan menghadirkan berbagai studi kasus nyata, DSC menunjukkan bagaimana kerjasama yang inklusif dan berbasis nilai-nilai keberlanjutan dapat menghasilkan dampak yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan perekonomian.

"Salah satu yang kita bicarakan adalah blue economic, negara kita adalah negara maritim karena 60 persennya perairan," katanya.

Advertisement

Ia berkeyakinan blue economic menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Harapanya dengan pangsa pasar kelautan dari sini Gross Domestic Product (GDP) dapat mencapai 8,6 persen pada 20240.

Maka pihaknya menggandeng Pelni untuk membuka akses pergulatan blue economic. Dengan Pelni, bisa membangun konektifitas jalur logistik.

Advertisement

"Jangan fokus ke lahan atau tanah mulu, kita lupa kalau negara kita adalah negara maritim," jelasnya.