INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara diharapkan menjadi strategi kunci dalam memajukan kebudayaan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. 

Advertisement

Hal ini diungkapkan oleh profesor filologi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurrahman, dalam kegiatan Konsinyasi Penetapan RIN Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara di Jakarta (4/12/2024).

Menurut Oman, kesadaran kolektif tentang pentingnya naskah kuno perlu ditingkatkan. 

Advertisement

“Pemilik naskah harus menyadari bahwa naskah mereka bukan sekadar pusaka keluarga, tetapi juga sumber inspirasi pengetahuan, kearifan lokal, hingga kekuatan diplomasi global,” jelasnya. Dia juga mengusulkan sejumlah narasi strategis, seperti naskah sebagai pemersatu bangsa dan inspirasi ekonomi kreatif.

Salah satu isu yang mengemuka dalam acara ini adalah repatriasi naskah kuno milik Indonesia yang tersebar di luar negeri. Bonnie Triyana, anggota Komisi X DPR RI sekaligus kurator, menyebutkan bahwa repatriasi memerlukan perencanaan matang. 

Advertisement

“Tidak hanya soal memulangkan naskah, tetapi juga memastikan ada pengetahuan dan kapasitas untuk melestarikannya,” ujarnya.

Rencana Induk Nasional (RIN) ditetapkan Perpusnas untuk Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara untuk periode 2025-2034.

Advertisement

Pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara sudah menjadi salah satu program prioritas Perpusnas pada 2024. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi payung besar untuk pelestarian naskah secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyatakan bahwa Perpusnas saat ini mengelola 13.318 naskah kuno, atau sekitar 9,2 persen dari total koleksi naskah sedunia yang berjumlah 143.259 naskah. 

“RIN ini menjadi peta jalan untuk menetapkan arah kebijakan, strategi, program, serta fokus pengelolaan naskah kuno selama sepuluh tahun ke depan,” jelasnya