INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT UBM Pameran Niaga Indonesia akan menggelar pameran serta konferensi industry beton dan kontruksi se Asia Tenggara yang dijadwalkan pada 13-16 September 2017, berlokasi di Jakarta Internasional Kemayoran.
Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Chistopher Eve mengungkapkan pemerintah Indonesia masih terus focus pada pembangunan sector kontruksi dan infrastruktur sebagai salah satu factor penting untuk mendorong perekonoian nasional. Percepatan infrastruktur akan mempercepat jalannya tingkat pertumbuhan perekonomian nasional.
Pasar kontruksi Indonesia merupakan yang terbesar di Asean yang menyumbang 60-70% dari total pasar wilayah ini.Kontruksi beton menyumbang 40% bahan bangunan yang digunakandalam proyek-proyek di Indonesia. Pemerintah perlu didorong peningkatan kapasitas produksi beton pra cetak dan prategang nasional menjadi 50% hingga 2019,kata dia di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Melihat potensi Indonesia sebagai salah satu pasar kontruksi yang terus berkembang, lanjut dia, pihaknya menyatakan terelenggaranya acara event ini untuk kali ke lima. Salah satu produk unggulan yang akan ditampilkan pada Concrete Show South East Asia adalah produk pracetak dan prategang dimana teknologi pracetak merupakan salah satu teknologi yang sangat mendukung untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
Salah satu penerapan teknologi beton pracetak di Indonesia adalah pada proyek pengembangan simpang susun Semanggi,Jakarta yang rencananya akan jadi infrastruktur pengentas kemacetan di kawasan Semanggi.
Ia menambahkan, peningkatan teknologi kontruksi harus terus dikembangkan agar percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat tercapai dan akan mempercepat jalannya tingkat pertumbuhan perekonomian nasional. Dengan demikian Indonesia tidak hanya mampu bersaing di negara Asean tetapi mampu menghasilkan proyek-proyek berkualitas dalam pembangunan negeri,katanya.