INDUSTRY.co.id - Realestat Indonesia (REI) sampai saat ini berkomitmen membantu merealisasikan program sejuta rumah pemerintah.

"Kita tetap komit. Jika tahun lalu realisasi program itu baru 200-300 ribu unit, maka tahun depan kita bisa bantu tingkatkan jadi 500 ribu unit," kata Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata kepada pers usai Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan DPP REI 2016-2019 di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Menurut Soelaeman atau Eman, salah satu upaya yang hendak dilakukan adalah membangun rumah milik anggota Polri dan Korpri.

"Polri selama ini memang kurang antusias kalau soal rumah karena mereka sering mutasi. Tetapi bila kita fasilitasi fan menggandeng perbankan yang tepat seperti BRI, hal itu tidak sulit, " katanya.

Eman menyebutkan, total anggota Polri saat ini di atas 460 ribu dan jika 10 persen saja bisa diberdayakan melalui program ini maka itu sudah luar biasa.

"Belum lagi jika ditambah dengan Korpri. Kita berharap ini berkontribusi untuk mengurangi back log perumahan yang sudah mencapai 11,4 juta unit, " katanya.

Selain itu, Eman menyampaikan program pemberdayaan para pengembang, khususnya di daerah.

"Dalam konteks liberalisasi, suka atau tidak mereka harus diberdayakan khususnya dalam rangka menghadapi pengembang asing," katanya.

Pemberdayaan ini, kata Eman, tidak hanya hal teknis dan manajemen, tetapi juga kerja sama investasi dengan pihak lain, terutama asing.

"Karena itu dalam kepengurusan kali ini kita bentuk bidang baru yaitu Kerja Sama Investasi, " katanya.

Bangun kerja sama Sekjen DPP REI Totok Lusida menekankan bahwa pihaknya akan terus meminta masukan kepada pihak terkait, khususnya para senior REI.

"Kami juga komit membantu mengatasi berbagai kendala pendanaan anggota REI di daerah, khususnya pengembang rumah sederhana bersubsidi," kata Totok.

Salah satu cara, tambahnya, dengan mensinergikan bank daerah dengan bank nasional yang sudah memiliki pengalaman dalam penyaluran kredit di sektor properti.(Hrb)