INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menerima kunjungan dari CEO Asahi Glas (AGC), Takuya Shimamura di Kantor kementerian Perindustrian, Jakarta (7/8/2017).

"Mereka melaporkan mengenai pabrik baru di Cikampek. Dengan pabrik baru tersebut, produksi mereka meningkat 20% dan investasi bertambah sekitar US$ 400 juta. Dan rencananya sudah beroperasi tahun 2019," ungkap Airlangga Hartarto seusai menerima kunjungan CEO Asahi Glas (GAC).

Ia menambahkan, saat ini kapasitas produksi pabrik Asahi yang beroperasi di Ancol yaitu sebesar 630.000 ton per tahun. "Dengan beroperasinya pabrik baru di Cikampek akan menambah kapasitas produksi mencapai 700.000 ton per tahun. Pabrik ini juga berada lebih dekat dengan sentra produksi otomotif, yang menyumbang permintaan produk kaca cukup besar," terangnya.

Seperti diketahui, Asahimas merupakan salah satu pemain industri kaca besar di Tanah Air, dengan pangsa pasar nasional sekitar 40%. Dua pemain kaca besar nasional lainnya yaitu PT Mulia Industrindo Tbk. dan PT Tossa Shakti Glass yang beroperasi di Jawa Tengah.

Menurut Asosiasi Kaca Lembaran Indonesia (AKLI), permintaan kaca dalam negeri memang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Meski sejumlah industri manufaktur mengalami kelesuan pada kuartal I/2017, penjualan kaca naik di kisaran 5% pada periode Januari—Maret tahun ini dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong bagaimana bahan baku dan energi untuk industri kaca dan energi kaca tidak terhambat. "Industri kaca merupakan sektor yang potensial, karena sudah kita ekspor," pungkasnya.