INDUSTRY.co.id - Bekasi - Agustinus Sirait, Komisioner Komnas PA yang juga adik kandung mendiang Arist Merdeka Sirait, merasa prihatin dengan kehidupan anak-anak yang tinggal di sekitar TPST (Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu), kecamatan Bantar Gebang, Kabupaten, Bekasi, Jawa Barat. 

Advertisement

Mereka bukan saja hidup di lingkungan yang kotor,  tapi juga seperti terpisah dari dunia luar. Memang, karena sudah terbiasa hidup di lingkungan seperti itu, ancaman lingkungan yang kotor menjadi tak berarti. 

"Komnas Perlindungan Anak, fokus pada masalah anak-anak. Terutama mereka yang menjadi korban kekerasan. Justru oleh lingkungan terdekatnya. Nah kunjungan ke Bantar Gebang, untuk melihat dari dekat dan mengetahui bagaimana kondisi mereka. Yang pasti mereka berada di lingkungan tumpukan sampah," ungkap Agustinus Sirait, saat ditemui di Bantar Gebang, Sabtu (10/8) lalu. 

Advertisement

Dalam rangka menyambut Kemerdekaan Indonesia yang ke 79, Komnas Perlindungan Anak (PA) bersama  Komunitas Teman Baru, bekerja sama dengan Jerhemy Owen, kreator konten  lingkungan mengadakan kunjungan ke pemukiman Bantar Gebang. 

Sedikitnya ada 32 anak dari lingkungan TPST (Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu) Bantar Gebang, yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Sedangkan jumlah peserta komunitas Teman Baru yang hadir juga 32 orang. Mereka diajak bermain dan bergembira bersama.

Advertisement

Seperti tujuan awal komunitas Teman Baru khusus bidang Charity melakukan kegiatan charity dengan mengajak bermain, lomba dan memberikan bingkisan hadiah. 

Bagi Jheremy Owen, selain berniat bermain bersama anak-anak penghuni Bantar Gebang juga sengaja syuting untuk membuat konten tentang lingkungan. 

Advertisement

"Saya datang jam 4 pagi untuk syuting tumpukan sampah dan bagaimana proses pengolahannya. Tujuannya untuk memberikan edukasi pentingnya pemahaman lingkungan," kata mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan ini. 

Sedang menurut Annisa, dari komunitas Teman Baru mengatakan bahwa pada saat yang sama terdapat dua kegiatan. Yang satu sedang mendaki gunung dan yang satu ke Bantar Gebang. 

"Jadi komunitas Teman Baru ini sifatnya suka rela. Jadi komunikasi sesama anggota hanya lewat Instagram. Adapun kegiatan hari ini berjalan lancar. Anak - anak antusias dan terhibur," tutur Annisa. 

Setelah bermain bersama, lomba meniup balon, berlari dengan balon dihimpit secara berpasangan, juga balap karung. Mereka juga diuji dengan pengetahuan umum. Bahkan saat ditanya, dengan  pertanyaan yang cukup sulit ada yang menjawab.

Permainan ditutup dengan bagi-bagi hadiah bagi mereka yang telah memenangkan lomba. Tapi ada kejutan yang menggembirakan. Karena pada hari itu Agustinus Sirait berulang tahun, maka seluruh anak-anak yang hadir mendapat hadiah uang jajan. Semua peserta mendapat bagian.