INDUSTRY.co.id - Jakarta - Periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sangat penting karena seluruh organ anak termasuk otak mulai terbentuk.
Pada periode ini, orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat, berkualitas, dan berkelanjutan kepada anak. Contohnya dengan membaca nyaring yang punya beragam manfaat bagi anak.
“Membaca Nyaring adalah kegiatan sederhana, tinggal ambil buku dan bacakan ke anak. Saat membacakan buku maka akan ada hubungan antara orang tua dan anak selain itu juga antara anak dan buku,” ungkap Roosie Setiawan, pendiri Komunitas Reading Bugs.
Dalam kegiatan Penguatan Literasi Keluarga kerja sama Dharma Wanita (DWP) Perpustakaan Nasional dengan The Asia Foundation, yang digelar di Jakarta Jumat, (31/5/2024) itu, Roosie menambahkan banyak manfaat Membaca Nyaring.
Selain membantu perkembangan kognitif, dan perkembangan emosional, Membaca Nyaring juga dapat mengasah keterampilan berbahasa. Pada usia 0-7 tahun, semua pembelajaran anak menggunakan bahasa dan pendengaran sehingga ini menjadi fokus dari Membaca Nyaring.
“Di mulai dari usia bayi (0-24 bulan), masa toodler (2-3 tahun), hingga usia anak 7 tahun sebagai proses penumbuhan budaya literasi sejak dini di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar mengungkapkan pentingnya menanamkan literasi sejak dini melalui keluarga. Metode Membaca Nyaring, merupakan salah satu metode yang bisa dipakai dalam mengenalkan buku bacaan kepada anak-anak.
“Keluarga merupakan madrasah pertama bagi proses hidup anak serta membangun kesadaran bahwa kualitas manusia berangkat dari keluarga. Keluarga yang baik akan menghasilkan output anak yang baik,” Adin menekankan.
Kegiatan Membaca Nyaring merupakan bagian dari program Gerakan Indonesia Membaca yang baru diluncurkan di tahun ini oleh Perpusnas. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya membaca dan literasi.
“Program ini akan dilangsungkan di 20 provinsi sepanjang 2024. Bersamaan dengan prorgam Gerakan Literasi Desa melalui pemberian bahan bacaan bermutu sebanyak 1.000 eksemplar buku kepada 10 ribu perpustakaan desa, ” tambah Adin.
Sementara itu, Ketua DWP Perpusnas Teti Herawati mengakui kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi. Dari Membaca Nyaring pada akhirnya anak mau membaca, bisa membaca lalu gemar membaca.
“Pembudayaan kegemaran membaca menjadi tanggung jawab bersama dimulai dari keluarga," kata Teti.
Di sela-sela kegiatan, DWP Perpusnas memberikan bantuan sebanyak 200 eksemplar buku kepada 100 anak usia dini di lingkungan Perpusnas.